Saruden Nainggolan Tewas Bersama Istri dan Putrinya dalam Kecelakaan Bus ALS di Padang
Editor Satu• Kamis, 8 Mei 2025 | 11:40 WIB
Tiga korban tewas kecelakaan bus ALS semasa hidup.
SIMALUNGUN, METRODAILY – Tiga warga Kabupaten Simalungun, yang merupakan sekeluarga, menjadi korban tewas dalam kecelakaan bus ALS di Padang Panjang, Sumatera Barat (Sumbar), pada Selasa (6/5) pagi.
Mereka adalah Saruden Nainggolan (74), istrinya Romalola Sitanggang (74), dan putri mereka, Desrita Nainggolan (50), yang berasal dari Lingkungan I Uruk Nagodang, Kelurahan Sipolha Horison, Kecamatan Pematang Sidamanik.
Keluarga yang sedang dalam perjalanan untuk menghadiri pesta adat di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), sekalian mengunjungi anak mereka, tak pernah menyangka perjalanan tersebut akan berakhir tragis.
"Mereka berangkat dari Pematangsiantar untuk menghadiri acara adat sekaligus menjenguk anak," kata Desna Damanik, tetangga yang juga keluarga.
Saruden dan Romalola dikenal sebagai sosok yang sangat peduli terhadap keluarga, terutama cucu-cucunya yang telah yatim sejak kecil. “Oppung itu baik sekali. Tak pernah berkata kasar. Dia rawat cucu-cucunya, padahal usianya tak muda lagi,” ujar Desna dengan mata berkaca-kaca.
Menurut Desna, anak-anak pasangan tersebut sudah tersebar di perantauan, dengan salah seorang putrinya yang sedang menempuh pendidikan di Manado.
Selain keluarga Nainggolan, dua korban tewas lainnya adalah Karmina Gultom (74) dan Meleaki Sinaga (74), warga Kelurahan Negeri Dolok, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun. Jenazah Saruden bersama istri dan putrinya tiba di rumah duka pada Rabu (7/5) sekitar pukul 12.30 WIB.
"Oppung Doli, Oppung Doli," teriak salah seorang cucu Saruden dengan linangan air mata. Tangis pun semakin pecah saat jenazah dikeluarkan dari mobil ambulans dan dibawa ke rumah duka. Jenazah Desrita disemayamkan di rumahnya, yang berdekatan dengan rumah orangtuanya.
Camat Pematang Sidamanik, Manganjur Lumbangaol, bersama petugas puskesmas, turut melayat ke rumah duka dan mengamati kondisi fisik jenazah. Rencananya, jenazah akan dimakamkan pada Jumat (9/5) dan Sabtu (10/5).
Bus ALS yang mengalami kecelakaan di Padang Panjang. Kecelakaan Bus ALS di Padang Panjang
Informasi yang dihimpun menyebutkan, bus ALS Mercedes-Benz OH 1626 dengan plat BK 7512 FGA dan armada 285, berangkat dari Kota Medan menuju Jakarta pada Senin (5/5) sekitar pukul 08.00 WIB.
Pada Selasa (6/5) sekitar pukul 09.00 WIB, saat melintasi Kota Padang Panjang, Sumbar, tepatnya di kawasan Bukit Surungan, bus mengalami kecelakaan tunggal dan terbalik.
Humas PT Antar Lintas Sumatera (ALS), Alwi Matondang, membenarkan kejadian tersebut. "Benar, armada bus kami mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal di Padang Panjang," kata Alwi.
Menurutnya, setiap armada bus yang berangkat dari Terminal Amplas Medan harus menjalani pemeriksaan kendaraan (Rampcheck) untuk memastikan armada dalam kondisi aman sebelum diberangkatkan.
“Armada bus yang diberangkatkan itu dalam keadaan normal,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa bus tersebut membawa enam penumpang saat berangkat dari Terminal Amplas.
Namun, Alwi belum bisa memastikan penyebab kecelakaan tersebut. "Kami masih menunggu hasil laporan investigasi dari pihak kepolisian Kota Padang Panjang," jelasnya.
Total korban tewas akibat kecelakaan tersebut tercatat sebanyak 12 orang, sementara puluhan penumpang lainnya mengalami luka-luka.
Kapolres Padang Panjang, AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, menyampaikan, "Total korban 35 orang, dengan rincian 23 luka-luka dan 12 orang meninggal dunia, termasuk 7 laki-laki dan 5 perempuan, beberapa di antaranya adalah balita." (bbs)