Truk Kayu Pinus Terbalik di Ajibata, Warga Pertanyakan Asal Usul Kayu
Editor Satu• Selasa, 25 Maret 2025 | 10:50 WIB
Sebuah truk bermuatan kayu pinus terbalik di Simpang Ajibata, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Minggu (23/3/2025) sore.
TOBA, METRODAILY – Sebuah truk bermuatan kayu pinus dengan nomor polisi BK 8857 FO mengalami kecelakaan di Simpang Ajibata, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Minggu (23/3/2025) sore.
Truk yang datang dari Samosir melalui kapal ferry itu diduga tidak kuat menanjak, hingga akhirnya terbalik dan menyebabkan muatan kayu berserakan di jalan, menghambat arus lalu lintas.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, insiden tersebut memicu pertanyaan terkait keselamatan jalan dan legalitas kayu pinus yang diangkut.
Seorang warga setempat, Hefrin, mengaku menyaksikan langsung saat truk tersebut kehilangan tenaga dan terguling.
"Kejadiannya sekitar pukul 5 sore. Untungnya tidak ada orang di dekat truk, jadi tidak ada yang tertimpa. Tapi arus lalu lintas jadi terganggu, banyak kendaraan terpaksa mencari jalur alternatif," ujarnya.
Selain menyebabkan kemacetan, muatan kayu pinus yang diangkut truk ini menjadi sorotan warga.
Pasalnya, banyak yang menduga kayu tersebut berasal dari penebangan liar atau memiliki kaitan dengan pemerintah daerah.
Sebuah unggahan di media sosial dari akun Remember mempertanyakan kenapa penebangan kayu pinus masih terus berlangsung di Samosir.
"Izin bertanya kepada Tulang Pak Bupati Samosir, mengapa kayu pinus dari Pulau Samosir masih bisa ditebang dan keluar dari Samosir? Apakah perangkat desa maupun instansi terkait lainnya terlibat?" tulisnya dalam surat terbuka kepada Bupati Samosir, Vandiko Gultom.
Warga juga mengaitkan bencana alam seperti longsor dan banjir bandang yang baru-baru ini terjadi dengan eksploitasi hutan yang berlebihan.
Sampai saat ini, pihak berwenang belum mengonfirmasi pemilik kayu pinus yang diangkut truk tersebut maupun legalitas muatannya. (Net)