Dituduh Tendang Remaja hingga Tewas, Polres Asahan: PB Jatuh Sendiri, Bukan Ditendang
Editor Satu• Kamis, 13 Maret 2025 | 09:57 WIB
Kasi Humas Polres Asahan Iptu Anwar Sanusi.
ASAHAN, METRODAILY – Viral di media sosial, seorang remaja di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, berinisial PB (18), disebut meninggal dunia setelah diduga ditendang oleh oknum polisi saat menonton balap liar.
Informasi ini menuai respons beragam, termasuk kritik terhadap tindakan aparat yang dinilai berlebihan.
Salah satu unggahan di media sosial menyebutkan bahwa PB awalnya hanya menonton balap liar, namun ditangkap dan mengalami tindakan kekerasan hingga kritis, lalu meninggal dunia.
Menanggapi isu yang berkembang, Kasi Humas Polres Asahan, Iptu Anwar Sanusi, memberikan klarifikasi terkait insiden yang terjadi pada Minggu (9/3/2025) dini hari di Jalan Sungai Lama, Kecamatan Simpang Empat.
Menurutnya, polisi mendapat laporan dari warga mengenai aksi balap liar yang meresahkan. Saat personel tiba, sekitar 50 pemuda langsung dibubarkan.
Ketika patroli berlanjut, polisi melihat sekelompok pemuda berboncengan empat di atas satu sepeda motor dan mencoba memberhentikan mereka.
Namun, mereka malah melaju dengan kecepatan tinggi dan berkendara secara zig-zag.
"PB yang duduk di bagian paling belakang tiba-tiba melompat ke kanan dan terjatuh dengan posisi telungkup. Polisi langsung mengamankannya dan membawanya ke Puskesmas Simpang Empat untuk mendapatkan perawatan medis," jelas Anwar, Rabu (12/3/2025).
Dari pemeriksaan, PB mengalami luka di pelipis kanan akibat jatuh. Setelah mendapat pengobatan selama 30 menit, ia dibawa ke Polsek Simpang Empat untuk pembinaan.
Polisi juga melakukan tes urine, yang hasilnya menunjukkan PB positif mengonsumsi narkoba.
"Semua kegiatan PB selama di Polsek terekam CCTV. Tidak ada tindakan kekerasan dari petugas terhadap PB," tegasnya.
Pada Minggu pagi pukul 10.00 WIB, PB dijemput keluarganya dalam keadaan sadar. Saat itu, keluarga juga mengetahui bahwa tidak ada luka lain selain di pelipis.
Meski membantah adanya kekerasan, Polres Asahan memastikan akan mengusut kasus ini secara transparan.
Jika terbukti ada pelanggaran prosedur, pihaknya tidak akan ragu menindak tegas oknum polisi yang terlibat.
"Kami akan transparan. Jika ada personel yang melanggar SOP, kami tidak akan ragu mengambil langkah hukum sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Anwar.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak keluarga PB terkait penyebab pasti kematiannya. Namun, kasus ini menjadi perhatian publik dan menambah sorotan terhadap prosedur penindakan yang dilakukan aparat di lapangan. (Net)