SIBOLGA, METRODAILY – Orangtua salah satu remaja korban pembacokan di Dusun IV Hutaimbaru, Desa Tapian Nauli IV, Kecamatan Tapian Nauli, Tapanuli Tengah, mendesak pihak kepolisian segera menangkap pelaku.
Hingga saat ini, satu dari tiga korban, ARS (14), masih menjalani perawatan di RSUD FL Tobing Sibolga akibat luka serius yang dideritanya.
Rima Hutasoit (39), ibu korban, mengungkapkan kekecewaannya karena pelaku maupun keluarganya belum menunjukkan itikad baik terhadap kejadian yang menimpa anaknya.
"Sampai sekarang, mereka belum pernah datang menjenguk anak saya di rumah sakit," ujarnya, Sabtu (1/3/2025).
Rima mengetahui kejadian nahas yang menimpa anaknya setelah mendapat kabar dari keponakannya, yang nyaris menjadi korban dalam insiden tersebut. Ia segera bergegas ke rumah sakit, tempat anaknya dan dua korban lainnya mendapatkan perawatan medis.
"Saya dikabari oleh keponakan yang juga hampir jadi korban. Mereka bilang anak saya sudah dibawa ke rumah sakit," katanya.
Sebagai warga Aek Parira, Sibolga Julu, Kecamatan Sibolga Utara, Rima berharap kepolisian bertindak cepat dalam menangani kasus ini.
"Kami berharap Kapolres Tapteng bisa memberikan keadilan. Segera tangkap pelakunya," tegasnya.
Saat ini, ARS telah menjalani operasi pertama pada ibu jari kaki kanannya yang nyaris putus akibat serangan pelaku. Rencananya, ia akan dirujuk ke rumah sakit di Medan untuk menjalani operasi lanjutan.
"Kami masih menunggu konfirmasi dari rumah sakit kapan anak saya bisa dirujuk ke Medan untuk operasi kedua," tutur Rima.
Selain menuntut keadilan, Rima juga mengkhawatirkan biaya pengobatan anaknya. Hingga kini, ia belum tahu bagaimana cara menanggung biaya perawatan, terutama untuk rujukan ke Medan.
Baca Juga: DLH Toba Investigasi Legalitas Tambang Galian C di Lumbanjulu
"Sampai sekarang pihak rumah sakit belum menagih biaya perawatan. Tapi kami bingung bagaimana nanti pembayarannya sampai ke Medan. Kami berharap ada yang bersedia membantu. Kalau tidak ada, terpaksa kami patungan dengan orangtua pemilik sawah," katanya penuh harap.
Kasus ini masih dalam penanganan kepolisian, sementara keluarga korban menunggu tindakan tegas agar pelaku segera ditangkap dan diadili sesuai hukum yang berlaku. (ts)
Editor : Editor Satu