Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Kapolres Labuhanbatu Diperiksa Terkait Dugaan Setoran Bandar Sabu Rp160 Juta

Editor Satu • Selasa, 25 Februari 2025 | 08:55 WIB

Kapolres Labuhanbatu AKBP Bernhard L Malau
Kapolres Labuhanbatu AKBP Bernhard L Malau

MEDAN, METRODAILY – Kapolres Labuhanbatu, AKBP Bernhard L Malau, diperiksa Propam Polda Sumut terkait dugaan aliran dana dari bandar narkoba Endar Muda Siregar kepada sejumlah pejabat di Polres Labuhanbatu.

Endar sebelumnya mengaku menyetor Rp160 juta setiap bulan kepada pejabat kepolisian setempat.

Kapolda Sumut, Irjen Whisnu Hermawan Februanto, memastikan pemeriksaan dilakukan terhadap semua pihak yang diduga terlibat, termasuk Kasat Narkoba dan Kanit di Polres Labuhanbatu.

Baca Juga: Inilah Wajah Chandra, Pecatan TNI AL yang jadi Bandar Narkoba

"Saat ini sedang diperiksa oleh Propam. Semua sudah diperiksa, mulai dari kasatnya, kapolres, benar atau tidaknya masih dalam penyelidikan," ujar Whisnu di Polda Sumut, Senin (24/2/2025).

Menurutnya, penyelidikan masih berproses dan akan disampaikan secara transparan.

"Tidak akan ditutupi. Kalau ada yang salah, pasti kami tindak. Kalau tidak benar, ya harus diluruskan," tegasnya.

Kasus ini mencuat setelah video Endar Muda Siregar beredar di media sosial. Dalam video itu, Endar mengklaim bahwa dirinya rutin menyetor uang ke sejumlah pejabat Polres Labuhanbatu.

"Saya membayar di Mapolres Labuhanbatu Rp160 juta setiap bulan. Rp80 juta untuk kasat, Rp20 juta untuk masing-masing kanit, dan Rp8 juta untuk tim," ujar Endar dalam video yang viral.

Menanggapi pernyataan tersebut, Kasubbid Penmas Polda Sumut, Kompol Siti Rohani Tampubolon, menegaskan bahwa Endar adalah bandar narkoba yang ditangkap pada 7 Mei 2024.

Saat penangkapan, polisi menyita 14,1 gram sabu, uang tunai Rp41,5 juta, beberapa ponsel, dan barang bukti lainnya.

"Pernyataan Endar dalam video yang viral tidak bisa langsung dipercaya tanpa penyelidikan lebih lanjut. Bisa saja ada motif lain di balik pengakuan tersebut," kata Siti.

Kapolda Sumut, Irjen Whisnu Hermawan, menegaskan bahwa pihaknya akan mengambil tindakan tegas jika ditemukan bukti keterlibatan anggota kepolisian dalam kasus ini.

"Kalau itu benar, saya proses anggota saya tanpa ampun. Kalau tidak benar, saya sampaikan tidak benar," tegasnya.

Hingga saat ini, Propam Polda Sumut masih mengumpulkan bukti dan memeriksa semua pihak yang disebut dalam video. (dtc)

Editor : Editor Satu
#setoran bandar narkoba #kapolres labuhanbatu #kapolda sumut