Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Pedagang Sate Bakar Ayahnya di Medan, Motifnya Tuduhan Guna-guna

Editor Satu • Sabtu, 15 Februari 2025 | 09:00 WIB
Alfian (25), seorang pedagang sate di Kota Medan, diduga membakar ayahnya.
Alfian (25), seorang pedagang sate di Kota Medan, diduga membakar ayahnya.

MEDAN, METRODAILY – Sebuah insiden tragis yang dipicu oleh konflik internal dan kepercayaan akan guna-guna terjadi di Medan.

M. Alfian (25), seorang pedagang sate di Kota Medan, diduga membakar ayahnya, Aswar (49), di rumah keduanya, Jalan Platina, Kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Deli, pada Rabu (12/2/2025).

Menurut keterangan Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Janton Silaban, peristiwa bermula saat korban hendak mengantar Alfian pergi bekerja.

Dalam situasi tersebut, Alfian sempat melontarkan kata-kata, "ayah sama ibu kan sok baik sama aku, padahal ayah yang sudah mengguna-guna aku agar jualan ku tidak laku."

Tuduhan penggunaan guna-guna untuk mengganggu kelancaran dagangannya itulah yang memicu tindakan sadis tersebut.

Setelah mengucapkan kalimat tersebut, Alfian mengunci pintu rumah dan masuk ke kamarnya untuk mengambil bensin.

Ia kemudian menyiramkan bahan bakar tersebut ke ruang tamu sebelum membakarnya.

"Sambaran api langsung mengenai tubuh korban, yang mengakibatkan luka bakar pada hampir seluruh tubuhnya," ujar Kapolres Janton.

Tak lama setelah laporan dari orang tua korban diterima, pihak kepolisian bergerak cepat untuk menangkap Alfian.

Namun, saat hendak dibawa ke kantor polisi, Alfian melakukan perlawanan sehingga petugas terpaksa menembaknya di bagian kaki.

"Pelaku diamankan oleh BhabinKamtibmas Titi Papan dan dikoordinasikan oleh Unit PPA Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan. Saat dalam perjalanan, tindakan perlawanan memaksa petugas memberikan tindakan tegas dan terukur," tambah Janton.

Dalam pemeriksaan, Alfian mengakui perbuatannya dengan menyatakan bahwa tindakannya didorong oleh emosi yang memuncak.

Ia mengaku terlebih dahulu menyiram ayahnya dengan bensin, yang dibeli di Marelan, meskipun ia lupa menyebutkan nama toko asal pembelian tersebut.

Korban, Aswar, mengalami luka bakar mencapai 80 persen dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di sebuah klinik, demikian dikonfirmasi Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Riffi Noor Faizal.

Kasus ini menyoroti dampak fatal dari kepercayaan terhadap guna-guna yang terinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari, serta menimbulkan pertanyaan mengenai tekanan ekonomi dan kondisi mental dalam menyelesaikan konflik keluarga. (Dtc)

Editor : Editor Satu
#anak bakar ayah #pedagang sate #guna-guna