Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Kasus Operator Jet Ski di Tuktuk: Mediasi Gagal, Warga Dukung Jepri Lapor Balik

Admin Metro Daily • Senin, 20 Januari 2025 | 07:45 WIB
Konflik yang terjadi pada Senin (6/1/2025) itu kini telah berujung pada saling lapor di Polres Samosir.
Konflik yang terjadi pada Senin (6/1/2025) itu kini telah berujung pada saling lapor di Polres Samosir.

SAMOSIR, METRODAILY – Perselisihan antara dua operator jet ski, Jepri Rumahorbo dan Malum Sinaga, yang terjadi di perairan Danau Toba, Tuktuk Siadong, memasuki babak mediasi. Namun gagal, karena pelapor tidakbhadir. 

Konflik yang terjadi pada Senin (6/1/2025) itu kini telah berujung pada saling lapor di Polres Samosir.

Puluhan warga Tuktuk mendatangi Polres Samosir pada Sabtu (18/1/2025) untuk mendorong kedua belah pihak menyelesaikan masalah secara kekeluargaan. Namun, upaya mediasi gagal karena Malum Sinaga tidak hadir hingga sore hari. Warga yang kecewa akhirnya menyatakan dukungan kepada Jepri untuk melaporkan balik.

Menurut Jamin Naibaho, kuasa hukum Jepri, insiden bermula ketika Jepri, yang sedang bekerja sebagai fotografer dan videografer wisata, mendapati Malum mengendarai jet ski di luar zona aman. Saat ditegur, Malum diduga merespons dengan gestur tidak pantas dan kata-kata kasar.

Jepri kemudian mendekati Malum untuk berbicara, tetapi situasi semakin memanas ketika Malum menghidupkan jet ski hingga menyebabkan Jepri terjatuh dan terluka. Merasa terhina, Jepri kehilangan kendali emosi, yang berujung pada tindakan fisik yang terekam dalam video viral tersebut.

Namun, video yang diunggah oleh akun Safariseado Samosir itu hanya menampilkan bagian di mana Jepri menyerang Malum, tanpa konteks awal insiden. Hal ini memunculkan persepsi bahwa Jepri sepenuhnya bersalah.

Warga Tuktuk menilai konflik ini telah mencoreng citra pariwisata di kawasan Danau Toba. P. Manurung, salah satu warga, mengungkapkan harapan agar masalah diselesaikan secara damai demi menjaga nama baik daerah.

Di sisi lain, Jepri telah menjalani visum untuk melengkapi laporan baliknya. Luka di kakinya yang belum pulih menjadi bukti dugaan pelanggaran oleh Malum.

Jepri, yang sempat ditemui di Polres Samosir, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan wisatawan atas insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa permasalahan ini bukanlah gambaran dari pelayanan wisata di Tuktuk.

"Saya tidak bermaksud membuat konflik ini menjadi konsumsi publik. Saya meminta maaf kepada masyarakat dan wisatawan. Tuktuk tetap menjadi tempat wisata yang ramah bagi semua," ujar Jepri.

Jepri berharap konflik ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk menjaga etika dan profesionalisme, terutama di sektor pariwisata. Ia juga mengajak wisatawan untuk terus berkunjung ke Tuktuk dan menikmati keindahan Danau Toba.

Meski begitu, penyelesaian kasus ini masih menunggu langkah hukum lebih lanjut, sementara warga Tuktuk berharap perdamaian dapat tercapai demi kemajuan pariwisata daerah mereka. (Net)

Editor : Admin Metro Daily
#jetski danau toba