MEDAN, METRODAILY – Calon pengantin wanita, Icha Putri Sirait, yang viral karena diduga membawa kabur uang sinamot senilai Rp20 juta, akhirnya ditangkap di Medan oleh personel Polrestabes Medan, Senin (13/1/2025).
Kasus ini menjadi sorotan publik setelah sejumlah unggahan di media sosial mengungkap aksi nekat Icha, yang sebelumnya menghilang usai acara pertunangan di Siborong-borong, Tapanuli Utara.
Icha dilaporkan kabur pada 4 Januari 2025, beberapa jam setelah acara martuppol (pertunangan) di Gereja HKBP Sabungan. Dalam tradisi adat Batak, pihak laki-laki menyerahkan uang sinamot kepada pihak perempuan.
Namun, uang senilai Rp20 juta yang telah diserahkan kepada Icha diduga dibawa kabur olehnya bersama barang-barang pribadinya.
Menurut kronologi yang diceritakan calon ibu mertua Icha, kejadian bermula ketika Icha berpura-pura akan memasak bubur untuk Oppung (kakek atau nenek). Tak lama setelah itu, ia menghilang.
“Saya memanggil-manggil, ‘Icha, Icha!’ tapi tidak ada jawaban. Saat diperiksa, tas-tasnya juga sudah tidak ada,” ungkap calon ibu mertua dalam sebuah video yang viral.
Keluarga besar calon mempelai pria segera melapor ke Polsek Siborong-borong dan meminta bantuan masyarakat untuk menemukan Icha. Berkat kerja sama Polsek Siborong-borong dan Polrestabes Medan, Icha akhirnya berhasil diamankan.
Dugaan Motif dan Latar Belakang
Unggahan netizen mengungkap bahwa Icha pernah berkuliah di Stikes Santa Elisabeth Medan jurusan keperawatan, namun diduga tidak menyelesaikan studinya.
Beberapa netizen bahkan menyebutkan bahwa ia memiliki masalah finansial, termasuk dugaan menggunakan uang kuliah untuk keperluan pribadi.
“Icha dulu pernah tidak membayar UKT, uangnya dipakai untuk keperluan lain. Dia juga sempat pacaran dengan seorang TNI yang sering mentransfer uang kepadanya,” ujar seorang netizen di media sosial.
Kasus ini memunculkan berbagai spekulasi mengenai motif Icha, termasuk dugaan adanya tekanan keluarga atau masalah psikologis. “Saya rasa perlu melibatkan psikiater untuk memeriksa kondisi Icha. Bisa jadi ada gangguan mental atau masalah yang melibatkan kedua keluarga,” tulis seorang pengguna media sosial.
Keluarga besar Sirait, mewakili pihak perempuan, menyayangkan tindakan Icha. Salah satu anggota keluarga mengatakan, “Memang putri kami ini kurang ajar. Kami minta maaf atas kejadian ini.”
Sementara itu, calon mempelai pria, Andre Marbun, yang telah menjalin hubungan dengan Icha selama tiga tahun, belum memberikan tanggapan resmi. Pernikahan mereka yang sedianya dijadwalkan pada 15 Januari 2025 pun kini berada di ujung tanduk.
Netizen lainnya menyarankan agar Andre dan keluarganya mempertimbangkan kembali rencana pernikahan. “Jangan jadikan dia menantu lagi. Perilakunya sudah jelas tidak pantas, apalagi untuk masa depan,” tulis seorang warganet.
Pihak kepolisian masih mendalami kasus ini untuk menentukan motif di balik tindakan Icha. “Kami akan memeriksa lebih lanjut apakah ada unsur penipuan atau pelanggaran hukum lain dalam kasus ini,” ujar seorang petugas kepolisian yang menangani kasus tersebut. (Mea/net)
Editor : Editor Satu