Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Tragis! Ogah Balik ke Mantan Pacar, Mahasiswi di Jogja Disiram Air Keras

Editor Satu • Senin, 30 Desember 2024 | 09:54 WIB
Natasya Hutagalung (21), mahasiswi Sekolah Tinggi Pemerintahan Masyarakat Desa (STPMD) APMD, mengalami luka bakar.
Natasya Hutagalung (21), mahasiswi Sekolah Tinggi Pemerintahan Masyarakat Desa (STPMD) APMD, mengalami luka bakar.

YOGYAKARTA, METRODAILY – Natasya Hutagalung (21), mahasiswi Sekolah Tinggi Pemerintahan Masyarakat Desa (STPMD) APMD, mengalami luka bakar parah setelah menjadi korban siraman air keras pada malam Natal (24/12).

Insiden yang terjadi di kos-kosannya di kawasan Gondokusuman, Jogja, ini dilakukan oleh Satim atas suruhan Belly Vilsen, mantan kekasih Natasya, yang merupakan mahasiswa magister hukum Universitas Atma Jaya, Yogyakarta.

Menurut Tarida Hutagalung, bibi Natasya, luka paling parah dialami di wajah korban. “Mata kanan Natasya kadang bisa terbuka sebentar, tetapi mata kirinya belum bisa sama sekali karena masih sangat perih,” ungkap Tarida saat dihubungi.

Korban saat ini dirawat di RSUP Dr. Sardjito, Sleman, dalam kondisi sadar tetapi trauma berat.

Tragisnya, kejadian ini berlangsung pada hari ulang tahun Natasya, ketika ia baru selesai mandi untuk bersiap mengikuti misa Natal. “Kami tidak menyangka pelaku adalah mantan yang pernah dekat dengan Natasya,” ujar Tarida.

Kasatreskrim Polresta Jogjakarta, Kompol Probo Satrio, mengungkapkan bahwa Belly nekat melakukan aksi keji ini karena sakit hati setelah hubungan asmaranya dengan Natasya kandas pada Agustus 2024. Belly terus berusaha mengajak Natasya untuk kembali, tetapi ditolak.

“Dia mengancam, kalau mereka tidak bisa bersatu, maka semuanya akan hancur bersama,” jelas Probo.

Pada 12 Desember 2024, Belly memposting tawaran pekerjaan di akun Facebook-nya, yang direspons oleh Satim. Dalam percakapan lebih lanjut melalui WhatsApp, Belly menyamar sebagai seorang perempuan bernama Sen Lung dan mengarang cerita bahwa Natasya adalah perebut pasangan orang. Ia kemudian menawarkan bayaran kepada Satim untuk melukai Natasya.

Keluarga Natasya mengecam keras tindakan keji tersebut dan meminta pelaku dihukum berat. “Kami ingin mereka merasakan apa yang dialami Natasya. Kalau bisa, hukumannya berat, minimal penjara seumur hidup,” tegas Tarida.

Belly dan Satim berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian pada Rabu dini hari (25/12), kurang dari 24 jam setelah kejadian. Polisi kini mendalami peran keduanya untuk memastikan hukuman setimpal.

Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Gregorius Sri Nurhartanto, membenarkan bahwa Belly adalah mahasiswa program magister hukum. Dengan adanya kasus ini, Belly terancam dikeluarkan dari kampus sesuai dengan kode etik dan peraturan akademik yang berlaku.

“Jika mahasiswa terbukti terlibat kasus kriminal, sanksi tegas akan diberikan, termasuk kemungkinan drop out (DO),” ujarnya. Pihak kampus menunggu proses hukum hingga kasus ini berkekuatan hukum tetap (inkracht) sebelum mengambil keputusan.

Kejadian tragis ini tidak hanya melukai fisik Natasya tetapi juga menimbulkan trauma mendalam bagi dirinya dan keluarganya. (rel)

Editor : Editor Satu
#natasya hutagalung #disiram air keras