Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Jual Handphone di Tanjungbalai, Dibayar Pakai Uang Palsu

Editor Satu • Jumat, 18 Oktober 2024 | 10:19 WIB
Uang palsu seniai Rp1.800.000 hasil penjualan handphone miliknya.
Uang palsu seniai Rp1.800.000 hasil penjualan handphone miliknya.

TANJUNGBALAI, METRODAILY – Seorang warga Teluk Nibung Kota Tanjungbalai bernama Putri, menjadi korban penipuan uang palsu oleh dua orang oknum pria. Saat dikonfirmasi via telepon whatsapp, Putri mengatakan mengenal kedua oknum pria tersebut dari media sosial facebook. Selasa, (15/10/2024).

“Saya kenal mereka dari facebook karena mau menjual handphone saya bang,” ucap Putri.

Setelah menyepakati harga dan lokasi jumpa, Putri dan dua oknum pria tersebut bertemu. Mereka bertemu di Jl. Letjen Jamin Ginting pada Senin 14 Oktober 2024.

“Awalnya mau jumpa di simpang Masjid Menara lima, namun mereka beralasan ban sepeda motornya bocor, maka bertemunya di tengah karena pengakuan oknum tersebut dia orang baru,” ujarnya.

Putri mengatakan, awalnya ia tidak mencurigai uang yang diterima palsu dan mengetahui setelah sampai di rumah.

“Antara asli dan palsu bagi saya orang awam tidaklah begitu mengerti untuk membedakannya karena hampir sama dengan uang asli. Saya mengetahui ketika ingin memasukkan ke rekening dan pihak Bank menyatakan bahwa uang saya palsu,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, handphone merek Oppo A60 dijual dengan harga Rp1.800.000.

“Salah satu pria tersebut yang paling saya tanda ada tato di lengan tangan sebelah kanan.” ujarnya.

Korban peredaran uang palsu di Kota Tanjungbalai bukan hanya terjadi sekali, melainkan sudah ada tujuh warga menjadi korban.

Di antaranya adalah Ardiansyah, seorang pedagang kebab; Ratna, pedagang lainnya; serta seorang penarik bentor (becak bermotor). (rri)

Editor : Editor Satu
#uang palsu di Tanjungbalai