SIMALUNGUN, METRODAILY - Hidup Hermansyah Pohan (36) berakhir di tangan ZS (36), temannya sesama peminum tuak.
Hermansyah ditikam ZS di salah satu warung tuak di Dusun III Nagori Bahliran Siborna Kecamatan Panei Kabupaten Simalungun, Sabtu (31/8) malam. Sebelum peristiwa berdarah itu terjadi, keduanya sempat rebutan mikrofon untuk bernyanyi.
“Korban dan pelaku sama-sama minum tuak di kedai itu," kata Kasat Reskrim Polres Simalungun AKP Ghulam Yanuar Luthfi, Senin (2/9).
Saat keduanya minum-minum, korban meminta mikrofon kepada pelaku karena ingin menyanyi.
Namun pelaku justru tersinggung dan mendatangi korban yang berada di meja sebelahnya.
Keduanya terlibat saling dorong hingga akhirnya pelaku mengeluarkan sebilah pisau yang dibawanya, dan langsung menikam perut korban.
Warga yang berada di warung tersebut langsung melarikan korban ke rumah sakit. Namun, selang beberapa waktu setelah tiba di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia.
"Keduanya berselisih karena korban meminta mic kepada tersangka untuk bergantian menyanyi," ujar Ghulam.
Pihak kepolisian yang menerima informasi lalu turun ke lokasi untuk olah TKP. Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk diotopsi. Sedangkan pelaku masih dalam pengejaran pihak kepolisian.
"Korban mengalami luka tusuk antara dada dan perut serta lengan kiri di dekat bahu," pungkasnya. (dtc)
Editor : Editor Satu