DELISERDANG, METRODAILY - Ramses Manullang (51) bersama lima putra-putrinya tewas setelah mobil Toyota Rush yang mereka tumpangi ditabrak kereta api (KA) di Desa Pagar Jati, Kecamatan Lubukpakam, Kabupaten Deliserdang, Minggu (21/7) siang.
Sementara sang istri, Herawaty Manurung (52) mengalami kritis.
Rombongan keluarga tersebut sebelumnya baru pulang dari ibadah Minggu di GBI Cokroaminoto di Kecamatan Lubukpakam, Kabupaten Deliserdang. Bahkan, rencananya mereka akan kembali ke gereja tersebut untuk ibadah sore.
Saat melintasi resl kereta api tanpa palang pintu, mobil ditabrak kereta api hingga terserat sekitar 30 meter.
Dalam kejadian itu, 6 orang tewas, yaitu Ramses Manullang (51), Gabriella Dwiyana Manullang (28), Sarah Tabita Manullang (26), Yohanes Manullang (24), David Junior Manullang (22), dan Niko Monang Manullang (20).
"Korban sekeluarga tewas itu satu jemaat dengan saya di GBI Cokroaminoto. Kejadian pukul 12.30 WIB, mungkin mereka keluar buat makan siang atau jalan-jalan. Sebab sorenya akan balik ke gereja untuk ibadah kembali," kata boru Silitonga, Senin (22/7).
Dia mengungkapkan, sebelum kejadian mereka sempat saling sapa seusai ibadah di gereja.
"Kami semua yang satu jemaat di gereja begitu kaget mendengar kabar duka ini. Sebab pagi kemarin kan masih saling bertatap muka dan saling sapa," lirihnya.
Kasat Lantas Polresta Deliserdang Kompol Budiono Saputro melalui Kanit Laka Iptu Robertus Gultom mengatakan, istri Ramses, Herawaty Manurung (52), masih ditangani medis dan belum bisa dimintai keterangannya.
"Korban kritis, kepalanya luka berat dan dirujuk ke Rumah Sakit Adam Malik Medan. Kami masih melakukan penyelidikan dan pengembangan agar mengetahui sebenarnya penyebab peristiwa itu," jelas Robertus.
Ketua DPRD Sumatera Utara (Sumut) Sutarto mendesak PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre I Sumatera Utara (Sumut) meninjau ulang pengaturan palang pintu kereta api pada sepanjang jalur rel yang melintasi wilayah Sumut.
Hal ini menyusul insiden tabrakan KA dengan mobil di perlintasan tanpa palang pintu, di perbatasan Desa Pagar Jati, Kecamatan Lubuk Pakam, dengan Desa Sumberjo, Kecamatan Pagar Merbau Kabupaten Deliserdang, Minggu (21/7).
Sutarto menekankan perlu adanya koordinasi yang kuat antara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), PT KAI dan pemerintah daerah, menyikapi seringnya kecelakaan yang terjadi pada perlintasan sebidang, tanpa palang pintu.
"Kita perlu penjelasan terkait titik-titik mana saja di sepanjang jalur yang risikonya paling tinggi. Berapa jumlah pada perlintasan sebidang yang belum dijaga," katanya pada awak media, Senin (22/7).
Sutarto yang juga anggota DPRD Sumut dapil Deliserdang itu menyatakan belasungkawanya kepada para keluarga korban insiden tabrakan tersebut.
Menurutnya kejadian tersebut tidak boleh terjadi lagi.
"Perlintasan sebidang adalah perpotongan sebidang antara jalur kereta api dengan jalan. Seringnya terjadi kecelakaan pada perlintasan yang tidak dijaga, menjadi perhatian kita bersama," tambahnya.
Sutarto mendesak PT KAI tidak hanya bebenah dari sisi penambahan kapasitas, peningkatan pelayanan dan modernisasi, melainkan sisi keamanan juga harus ditingkatkan.
"Adanya peningkatan jalur kereta, penambahan gerbong dan mungkin jalur yang padat diharuskan PT KAI memiliki pengamanan jalur kereta terpadu pada seluruh jalur itu, terutama pada jalur sebidang yang rawan kecelakaan," tambahnya.
Sutarto juga meminta adanya penambahan marka,rambu dan sistem peringatan pada jalur perlintasan sebidang.
"Harus ada pengkajian, evaluasi bagi sistem pengamanan jalur sebidang itu. Apabila perlu merekrut tenaga SDM untuk menjaga perlintasan sebidang yang saat ini masih belum dijaga," jelasnya.
Sekretaris PDI Perjuangan itu juga mendorong pihak terkait menggalakkan sosialisasi serta edukasi keselamatan berkendara kepada masyarakat.
"Kita imbau kepada masyarakat untuk taati peraturan dan rambu-rambu pada perlintasan sebidang kereta api. Agar lebih berhati-hati ke depannya," pungkasnya. (mbc)
Editor : Editor Satu