Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Napi Asal Tapteng Tewas Tergantung di Lapas, Polisi Tunggu Pemeriksaan Racun

Editor Satu • Senin, 15 Juli 2024 | 13:14 WIB

 

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Muhammad Firdaus.
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Muhammad Firdaus.

JAKARTA, METRODAILY - Polisi hingga kini masih melakukan pendalaman perkara seorang tahanan atau napi berinisial ZAN (26) asal Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, yang ditemukan tewas tergantung di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bulak Kapal, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Muhammad Firdaus mengatakan update terkini pihaknya masih menunggu hasil ekshumasi atau otopsi dari jenazah yang sebelumnya sudah dikubur namun digali kembali.

Sebab selanjutnya akan diambil sampel di sejumlah organ dalam tubuh yang nantinya harus diperiksa di labfor.

“Sampel hati untuk mengecek ada kadar racun atau hal lain yang ditemukan di sampel hati tersebut. Memang semua harus kami lakukan supaya penyelidikan ini memenuhi scientific crime investigation,” kata Firdaus, Sabtu (13/7/2024).

Lalu Firdaus menjelaskan pihaknya sudah melakukan total enam saksi terkait perkara tersebut. “Saksi dari petugas lapas dan tahanan yang satu sel dengan korban,” jelasnya.

Sebagai informasi, ZAN diinformasikan tewas usai diduga dikeroyok di Lapas Kelas IIA Bulak Kapal.
Perkara terhadap tahanan titipan Kejaksaan Negeri itu sudah dilaporkan ke Polres Metro Bekasi Kota dan teregister dalam Nomor:LP/B/964/V/2024/SPKT.Satreskrim/Polres Metro Bekasi Kota/Polda Metro Jaya.

Polres Metro Bekasi Kota telah mengeluarkan surat permohonan ekshumasi dari keluarga dan proses pembongkaran makam yang sudah dilakukan Minggu (23/6/2024) lalu.

Firdaus pun membernarkan mengenai kejadian itu.
"Ada dugaan terjadinya penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia," ujarnya.

Firdaus mengucapkan kronologi kejadian yang berlangsung Minggu (19/5/2024) itu didapat oleh polisi bermula saat ZAN ditemukan tergantung di jeruji besi di dekat kamar mandi.

Kemudian rekan satu sel ZAN yang saat itu baru bangun dari tidur seketika terkejut melihat terduga korban dalam kondisi tergantung.

"Pada saat itu teman satu selnya terbangun, melihat (ZAN) sudah tergantung, langsung dilaporkan ke petugas lapas kemudian petugas memberitahu ke polsek dan dilakukan cek TKP dan olah TKP oleh Inafis Polres Metro Bekasi Kota," jelas Firdaus.

Namun Firdaus belum merinci terdapat di mana saja luka yang dialami ZAN.

Sebab proses penyelidikan masih berlangsung dan polisi masih menunggu hasil otopsi serta ekshumasi.
"Masih didalami apakah akibat dianiaya atau apa, yang jelas didalami, kami tunggu hasil otopsi," tutupnya. (net)

Editor : Editor Satu
#Napi Tewas di Lapas