Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Eldivo vs Mobil Tangki di Jalinsum Siantar-Tebing, Macet hingga 1 Jam

Editor Satu • Sabtu, 6 Juli 2024 | 13:21 WIB
Bus penumpang Eldivo milik PT Eldivo Tunas Arta bertabrakan dengan mobil tangki milik PT Miduk Arta, di jalinsum Siantar-Tebing, persisnya di perbatasan Kabupaten Simalungun-Serdang Bedagai
Bus penumpang Eldivo milik PT Eldivo Tunas Arta bertabrakan dengan mobil tangki milik PT Miduk Arta, di jalinsum Siantar-Tebing, persisnya di perbatasan Kabupaten Simalungun-Serdang Bedagai

SIMALUNGUN, METRODAILY - Bus penumpang Eldivo milik PT Eldivo Tunas Arta bertabrakan dengan mobil tangki milik PT Miduk Arta, di jalinsum Siantar-Tebing, persisnya di perbatasan Kabupaten Simalungun-Serdang Bedagai, Jumat (5/7/2024) sekitar pukul 16.45 WIB.

Bus Eldivo dengan nopol BK 7155 WA dikemudikan Roy Gultom, datang dari arah Siantar menuju Medan. Sedangkan mobil tangki Miduk Arta dengan nopol BK 9833 WO, datang dari arah Medan menuju Siantar.

Informasi diperoleh dari seorang penumpang bus Eldivo, awalnya bus berjalan lancar dari Kota Pematang Siantar sekitar pukul 16.00 WIB. Hujan sempat turun di jalan raya, dan sopir berkata mengemudi di jalan raya saat hujan tidak bisa mengebut, karena jalanan jadi licin.

Berkali-kali menyalib kendaraan di depannya yang mengemudi agak lambat, bus berjalan tanpa kendala.

Menjelang tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP), sopir sempat menyalib beberapa kendaraan dengan lancar. Namun saat hendak menyalib seorang pengemudi sepeda motor, sopir kurang jeli memperhatikan ada mobil tangki melaju dari depan.

Terkejut, sopir membanting setir ke kiri namun tidak cukup waktu untuk menghindar. Alhasil, bus Eldivo yang membawa puluhan penumpang itu bersenggolan dengan mobil tangki.

"Brakkk... tabrakan terjadi dalam hitungan detik. Kaca depan dan samping bus langsung pecah dan serpihan kecil-kecil menyerbu sopir dan para penumpang yang duduk arah kanan depan. Untung tidak ada yang terluka berat. Hanya beberapa penumpang tangannya berdarah kena serpihan kaca," kata si penumpang

Sopir dengan sigap mengerem bus dan berhenti di pinggir jalan. Penumpang bergegas turun dengan panik. "Sebagian besar yang duduk di belakang tidak paham benar apa yg terjadi karena sebagian ngantuk," kata si penumpang lagi.

Saat dilihat, kaca depan mobil sudah retak namun masih kokoh di tempatnya karena materialnya bercampur plastik. Sementara dinding samping depan bus hancur.

Mobil tangki Miduk Arta dengan nopol BK 9833 WO, yang bertabrakan dengan bus Eldivo.
Mobil tangki Miduk Arta dengan nopol BK 9833 WO, yang bertabrakan dengan bus Eldivo.

Di bawah kolong bus, tersangkut pipa dan selang aliran minyak bagian dari mobil tangki yang ditabrak.

Sopir bus tampak pucat dan turun dari bus, kemudian melakukan telepon ke pusat Eldivo.

Sementara kernet bus berupaya menghampiri para penumpang kalau-kalau ada yang terluka.
"Sejumlah penumpang yang kena serpihan kaca tampak minta tisu ke kernet untuk melap darah dan serpihan dari badan mereka," sambung si penumpang.

Sopir dan kernet mobil tangki sempat terlihat marah atas kejadian itu. "Dasar bangsat," maki kernetnya sambil berupaya menarik pipa saluran minyak yang tersangkut di kolong bus.

Para penumpang tampak telantar selama dua jam, menunggu bus Eldivo lain datang menjemput.

Akibat kecelakaan itu, kemacetan sempat berlangsung hingga 1 jam dan mencapai hampir 5 km. Pasalnya, mobil hanya bisa lewat 1 jalur dan dengan kecepatan lambat.

Sekitar pukul 18.30, bus berikut para penumpang dibawa pelan-pelan ke sebuah SPBU di Desa Limbong Kecamatan Dolok Merawan Kabupaten Sergai, sekitar 1 km dari TKP, untuk mengurai macet.
Di sana, para penumpang berteduh dari hujan sambil menunggu bus jemputan. Bus jemputan tiba sekitar pukul 18.30 WIb. Dan tiba di Medan sekitar pukul 20.30 WIB.

Kejadian ini sempat dikonfirmasikan MetroDaily ke Polres Simalungun. Namun keterangan dari polisi, kedua belah pihak memilih berdamai di tempat karena tidak ada korban jiwa maupun luka berat. (Mea)

Editor : Editor Satu