LABUHANBATU, METRODAILY – Seorang gadis berinisial RY (18) melaporkan Ketua KPU Labuhanbatu, ZSP ke Polres Labuhanbatu atas dugaan melakukan penganiayaan kepada dirinya, di Jalan Padang Bulan Gg PGRI, Kecamatan Rantau Utara, Labuhanbatu, Sumatera Utara, Rabu (15/5).
Kepada petugas, RY mengatakan peristiwa penganiayaan terjadi pada tanggal 14 Mei 2024 pukul 17.00 WIB. Saat itu, RY dibonceng kakaknya RD melintas dari Padang Bulan mengendarai sepeda motor. Tiba-tiba anak ZSP berlari menyeberangi jalan.
RD yang mengemukian sepeda motor terkejut dan sepeda motornya mengenai anak ZSP. Kontan, RD menghentikan sepeda motor.
Setelah berhenti, ZSP datang dari arah belakang dan langsung menendang badan bagian belakang RY menggunakan kakinya yang sedang pakai sepatu.
“Akibat tendangan itu, punggung saya memar dan sakit pada tulang belakang,” tutur RY.
RM menjelaskan, RD dan orang tuanya sudah datang ke rumah ZSP untuk melihat dan memastikan kondisi anak ZSP, serta memberikan menyampaikan permohonan maaf kepada ZSP dan keluarganya.
Namun ketika abang kandung ARM dan keluarga dari RY mendatangi rumah ZSP untuk membicarakan solusi, serta meminta agar ZSP berkenan melihat dan menjenguk kondisi RY yang ditendangnya dari belakang, ia memohon maaf.
“ZSP tidak mau menjenguk adik saya. Malah menyampaikan jika adik saya RM saja yang dibawa ke rumah,” ujar ARM, kakak kandung RM, kepada wartawan.
Ketua KPU Labuhanbatu, ZSP saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya menjelaskan, dirinya telah melaporkan kejadian kecelakaan tersebut ke Satlantas Polres Labuhanbatu.
"Kejadian itu berawal saat saya hendak pulang ke rumah setelah memarkirkan mobil dari seberang jalan. Kemudian melihat anak saya ditabrak oleh pengendara sepeda motor. Sontak saya terkejut dan menolong anak saya yang tak sadarkan diri sembari menahan penabrak agar tidak melarikan diri," jelasnya.
Akibat kecelakaan itu, anaknya mengalami luka di kepala dan dirawat di RSUD Rantauprapat.
"Malamnya saya buat laporan ke Polres Labuhanbatu. Dan anak saya di bawa ke RSUD Rantauprapat untuk mendapatkan perawatan. Saya scasning karena takutnya pendarahan di dalam otak," tandas Ketua KPU Labuhanbatu itu. (bud)
Editor : Admin Metro Daily