SIMALUNGUN, METRODAILY - Tragedi kecelakaan lalu-lintas (lakalantas) beruntun di Jalan Umum Km 24-25 Pematangsiantar-Pematangraya, Rabu (24/1/2024) sekira pukul 13.30 WIB, yang mengakibatkan 6 orang meninggal dunia, menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk mengutamakan keselamatan di jalan raya.
Keamanan dan keselamatan di jalan raya merupakan tanggung jawab bersama. Jangan sampai, tragedi lakalantas yang menewaskan 5 guru SMK Negeri 1 Siantar Kabupaten Simalungun itu terulang lagi.
Imbauan tersebut disampaikan Kapolres Simalungun AKBP Choky Sentosa Meliala, yang turun langsung memimpin evakuasi di lokasi lakalantas.
"Mari kita semua belajar dari kejadian yang tragis ini. Keamanan dan keselamatan di jalan adalah tanggung jawab kita bersama," kata Choky.
"Saya mengimbau seluruh pengendara untuk selalu memeriksa kondisi kendaraan sebelum berkendara, menjaga jarak aman, dan mengikuti batas kecepatan yang ditentukan,” sambungnya.
Choky juga menekankan pentingnya mengenakan sabuk pengaman, helm bagi pengendara sepeda motor, dan penggunaan kursi khusus anak.
“Pastikan anak-anak duduk di kursi khusus dan selalu pakai sabuk pengaman, karena hal sederhana ini dapat menyelamatkan nyawa," lanjutnya.
Lebih lanjut Choky menyerukan kepada masyarakat untuk menghindari penggunaan telepon genggam atau gadget lain saat mengendarai kendaraan.
"Hilangkan distraksi. Jangan gunakan ponsel atau gadget saat berkendara. Fokuslah pada jalan dan lingkungan sekitar Anda," imbaunya lagi.
Untuk para orang tua, agar memastikan remajanya benar-benar sudah berhak untuk mengemudi dan telah siap serta memahami aturan lalu-lintas dan pentingnya mengemudi dengan hati-hati.
Kata Choky, Polres Simalungun berkomitmen meningkatkan patroli dan pengawasan di jalan-jalan utama untuk mengurangi tingkat kecelakaan. Ia berharap, dengan kerja sama dan kesadaran kolektif masyarakat, angka kecelakaan di wilayah Simalungun bisa ditekan seminimal mungkin.
Baca Juga: Pelajar asal Simalungun Tewas Tabrakan di Kisaran
"Kami akan melakukan investigasi menyeluruh dan mengambil semua langkah yang dibutuhkan untuk mengungkap dinamika di balik kejadian ini," ujar Choky.
Choky juga akan melakukan koordinasi dengan PT Jasa Raharja untuk penanganan korban dan keluarga yang terdampak.
Selanjutnya Sat Lantas Polres Simalungun berkoordinasi dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Utara (Sumut) untuk melakukan pemeriksaan terkait kejadian ini.
Data dihimpun, lakalantas beruntun melibatkan 1 unit truk box Mitsubishi tronton roda sepuluh BK 9957 CE. Kemudian, 5 unit mobil roda empat, masing-masing 1 unit Toyota Pajero BK 12 T milik Pemkab Simalungun, 1 unit mobil L 300 BK 8068 TQ, 1 unit mobil Suzuki Carry BK 9542 CL, 1 unit mobil Rocky BK 1121 TE, dan 1 unit mobil Daihatsu Terios BK 1391 WZ.
Akibat kejadian itu, 6 orang meninggal dunia dan sedikitnya 4 orang mengalami luka-luka.
Bukan hanya itu, 5 unit sepeda motor milik warga yang sedang parkir di sisi jalan juga turut menjadi korban. Lima sepeda motor itu masing-masing Honda Vario BK 5377 WAI milik Dermanson Sitepu (44) warga Jalan Kayu Baru Dusun Bulu Pange Kelurahan Merek Raya, Honda Vario BK 3145 WAC milik Yorta Brata Purba (61) warga Jalan Sangnaualuh Damanik Kelurahan Siopat Suhu Kecamatan Siantar Timur Kota Pematangsiantar, Honda Vario BK 3077 TAN milik Midianto Sinaga (42) warga Nagori Simpang Sigodang Kecamatan Panei, Yamaha Jupiter BK 6338 TAG milik Janserides (65) warga Dusun Bulu Pange, dan Yamaha Jupiter BK 6739 UU milik Bulan Sinaga (45) warga Batu 20 Nagori Simpang Sigodang Kecamatan Panei.
Dari 6 korban tewas, 5 di antaranya adalah penumpang mobil Daihatsu Terios BK 1391 WZ, yang merupakan rombongan guru SMK Negeri 1 Simalungun. Rombongan guru ini hendak melayat mertua salah seorang guru lainnya ke Pamatang Raya.
Kelima guru tersebut yakni: Sri Welpeni Purba (56) warga Nagori Siantar Estate Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun, Rosemian Gultom (55) warga Jalan Asahan Km 5 Nagori Sejahtera Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun, Elpine Simanjuntak (55) warga Perumnas Batu 6 Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun, Sri Juni Eva Saragih (52) warga Jalan Bali Kelurahan Bane Kecamatan Siantar Martoba Kota Pematangsiantar, dan Surti Togatorop (28) yang tercatat sebagai warga Paranginan Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas). Kelimanya mengalami luka berat dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Sedangkan dua guru lainnya, Chirisyanti Simbolon pengemudi mobil Terios BK 1391 WZ dan Justin Rotua Sinurat, mengalami luka dan dirawat di RSUD Rondahaim Saragih.
Sementara korban tewas lainnya adalah penumpang mobil pick up L-300 BK 8060 TQ, bernama Hari Pardede (24) warga Jalan Besar Sarimatondang, Nagori Tiga Bolon, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun. Ia mengalami luka berat dan meninggal dunia di RSUD Rondahaim Saragih.
Sedangkan supir mobil pick up, Irwan Rumahorbo (33) penduduk Kelurahan Sarimatondang, mengalami luka ringan.
Baca Juga: Truk Tangki Picu Tabrakan Beruntun, 1 Tewas Belasan Luka-luka
Kapolres Simalungun AKBP Choky Sentosa Meliala melalui Kasat Lantas Iptu Jonni FH Sinaga, menjelaskan lakalantas terjadi di Jalan Umum Km 24-25 Pematangsiantar-Pematangraya, tepatnya di Dusun Bulu Pange, Kelurahan Merek Raya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun.
Diduga sebelum kejadian, mobil truk box Mitsubishi Fuso BK 9957 CE yang dikemudikan Dedi Setiadi Maret Tampubolon (35), warga Jalan Bintang Maratur Kelurahan Bane Kecamatan Siantar Utara Kota Pematang Siantar, datang dari arah Pematang Raya menuju Pematangsiantar dengan kecepatan sedang.
Setibanya di tempat kejadian, rem mobil blong, sehingga pengemudi hilang kendali.
Mobil pun terus berjalan dan menabrak mobil lainnya dan sepeda motor di depannya. Truk berhenti setelah menabrak 1 unit mobil yang di saat bersamaan datang dari arah Pematangsiantar menuju Raya dan mengakibatkan lakalantas beruntun.
"Akibat laka lantas beruntun tersebut, 6 orang meninggal dunia dan 4 lainnya luka ringan dengan melibatkan 8 kendaraan bermotor, yaitu 5 mobil dan 3 sepeda motor dengan nilai kerugian diperkirakan mencapai Rp500 juta” terangnya. (rel)
Editor : Admin Metro Daily