Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Mandi-mandi di Bawah Jembatan Rel KA, Siswa SMP Tenggelam di Bah Bolon

Admin Metro Daily • Senin, 22 Januari 2024 | 15:22 WIB
Lokasi Ridwan, pelajar SMP yang tenggelam di Sungai Bah Bolon.
Lokasi Ridwan, pelajar SMP yang tenggelam di Sungai Bah Bolon.

SIMALUNGUN, METRODAILY - Siswa SMP, Ridwan (14) warga Huta V Nagori Perdagangan II, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, tenggelam saat mandi-mandi dipinggiran Sungai Bah Bolon, tepatnya di bawah jembatan rel kereta api (KA), di Huta VI Semanggar, Minggu (21/1/2024) sekira pukul 11.30 WIB.

Informasi dihimpun, pagi sekitar pukul 09.00 WIB korban datang ke rumah temannya. Rehan (14). Ia mengajak temannya itu mandi-mandi ke Sungai Bah Bolon. Lalu keduanya pergi bersama teman lainnya, yaitu Gilang Prayoga dan Sultan Musaddaq.

Sekira pukul 10.00 WIB mereka tiba di Sungai Bah Bolon. Lalu para remaja tersebut mandi-mandi di bawah jembatan rel KA.

Setelah sekitar 30 menit, atau pukul 10.30 WIB Rehan melihat korban berenang dari pondasi tiang jembatan KA paling pinggir menuju pondasi tiang kedua ke arah Kebun Bah Lias.

Namun di tengah antara pondasi tiang pertama dan pondasi tiang kedua, Rehan melihat korban kelelahan. Perlahan-lahan korban tenggelam. Melihat itu Rehan menjerit minta tolong, tetapi tidak ada yang mendengar.

Sekira pukul 11.00 WIB, Jumanik alias Bobi yang sedang mencari kayu bakar di pinggiran Sungai Bah Bolon mendengar suara jeritan minta tolong. Lantas Jumanik mendatangi arah jeritan. Kemudian ia langsung mencari korban yang tenggelam.

Tidak berapa lama, warga lainnya yang mengetahui kejadian tersebut, berdatangan dan ikut melakukan pencarian.

Sekira pukul 11.30 WIB, Jumanik menemukan korban di dasar sungai dengan kedalaman sekitar dua meter. Kemudian, Jumanik dibantu warga lainnya mengevakuasi korban ke pinggiran sungai. Saat itu korban diketahui sudah meninggal dunia.

Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke rumah orangtuanya di Huta V, Nagori Perdagangan II, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun menggunakan sepeda motor.

Setelah menerima laporan warga, Kapolsek Perdagangan AKP Juliapan Panjaitan memerintahkan personel piket untuk melakukan olah TKP dan melihat kondisi jasad korban.

Namun ayah korban, Amri menolak menyerahkan jenazah anaknya untuk diotopsi. Keluarga tidak ada merasa curiga dengan meninggalnya korban dan sudah menerima dengan ikhlas. (rel)

 

Editor : Admin Metro Daily
#tenggelam di sungai Bah Bolon