ASAHAN, METRODAILY - Kepala Desa Buntu Pane Manten Aperi Simbolon menyesalkan adanya dugaan aksi kekerasan dan intimidasi terhadap seorang anak di bawah umur yang dituding melakukan pencurian tandan buah sawit (TBS) oleh sejumlah oknum security PTPN IV Regional 1 kebun Ambalutu, Asahan, Sumatera Utara.
"Dalam hal ini, saya sangat menyesalkan atas adanya dugaan tindakan kekerasan dan intimidasi terhadap seorang anak di bawah umur tersebut," jelas Manten, Minggu (14/1/2024).
Dirinya berharap kepada aparat penegak hukum untuk segera memproses terduga sejumlah pelaku yang diduga bekerja sebagai security PTPN IV Regional 1 kebun Ambalutu sampai dengan putusan pengadilan.
"Selain itu, saya juga berharap kepada pihak manajemen perusahaan untuk menjatuhkan sanksi skorsing dan pemecatan terhadap oknum pengamanan kebun yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan dan intimidasi tersebut," harapnya.
Sementara itu, Manager PTPN IV Regional 1 kebun Ambalutu, Luli Acmad Gozali mengaku tidak mengetahui adanya dugaan aksi kekerasan tersebut.
"Karena saat kejadian, saya sedang tidak berada di tempat. Yang saya ketahui itu ya bang, sejumlah anggota security perkebunan PTPN IV Regional 1 kebun Ambalutu berhasil menangkap seorang pencuri tandan buah segar (TBS) di wilayah HGU kita," ucapnya.
Atas kejadian tersebut, lanjut Manager PTPN IV Regional 1 kebun Ambalutu, pihak manajemen telah memberikan informasi kepada pimpinan.
Sebelumnya, sejumlah security PTPN IV Regional 1 kebun Ambalutu diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang terduga pelaku pencurian tandan buah segar (TBS) yang masih berusia di bawah umur pada Minggu (14/1). (ded)
Editor : Admin Metro Daily