Tumborina Sidabutar (56), oppung korban mengatakan, Nayyara ditemukan seorang pemancing yang masih termasuk famili korban, di sebuah parit kering sekitar 1,5 kilometer dari rumah orangtuanya
"Tidak mungkin dia jalan kaki ke sana, karena korban jalannya masih tertatih-tatih. Umurnya baru 1 tahun 9 bulan," katanya.
Saat ditemukan seorang pemancing, tubuh korban sudah dalam kondisi membengkak. Ia masih mengenakan pakaian yang dikenakannya saat dinyatakan hilang, dengan pampers tanpa celana. Namun ada yang terlihat tidak normal di bagian kepala. "Tidak tau persis jenis lukanya. Tidak tega saya melihat," katanya dengan nada penuh kesedihan.
Tentang penyebab pasti kematian korban, pihak keluarga belum berani menduga-duga dan masih menunggu hasil otopsi dari RS Bhayangkara Medan. "Kami dalam perjalanan ke Medan ini," katanya.
Kapolsek Tanah Jawa, Kompol M Nainggolan, SH, MSi mengatakan orangtua korban sebelumnya melaporkan Nayyara hilang diculik pada Rabu, 12 Juli 2023.
Kemudian pada Minggu 16 Juli 2023, Polsek menerima informasi bahwa korban ditemukan telah meninggal di parit irigasi perladangan sawit milik Oppung Wajah Simanjuntak dan Untung Saragih.
"Pukul 15.00 Wib, saya dan personil Polsek Tanah Jawa tiba di TKP. Kondisi mayat anak sudah membengkak dan mengeluarkan bau busuk," katanya.
Hasil pemeriksaan saksi-saksi, disebutkan pada pukul 13.00 Wib, saksi Rian Situmeang dan Joel Siregar sedang mencari ikan di parit irigasi untuk mencari ikan
Pada saat mencari ikan, tiba-tiba kedua saksi mencium bau busuk seperti bau binatang yang mati. Setelah dicari asal bau tersebut, tepatnya di perladangan sawit milik Oppung Wajah Simanjuntak dan Untung Saragih, ditemukan mayat anak kecil yang dikatakan hilang pada 12 Juli 2023.
"Ciri-cirinya sama seperti bocah yang dilaporma hilang. Lalu mereka memberi tahukan kepada ibu korban bernama Wiranti Simanjuntak," jelasnya.
Oleh keluarga korban, penemuan itu dilaporkan ke Polsek Tanah Jawa untuk dilakukan proses penanganan. "Petugas segera mendatangi TKP,
Berkoordinasi dengan Inafis dan Penyidik Polres Simalungun, dan selanjutnya membawa mayat ke RS. Bhayangkara Medan untuk diotopsi," katanya.
Sebelumnya, hilangnya bocah cilik itu sempat viral di kalangan netizen Siantar-Simalungun, lewat postingan akun Facebook atas nama Ida Riana Bou Ciahaan dan Dolok Cristo Tambunan. Adapun Dolok Cristo adalah ayah si anak, sedangkan ibunya Wiranti br Simanjuntak.
“Pakaian terakhir yang digunakan: kaos lengan panjang berwarna pink dan pampers tanpa celana,” demikian pengumuman di medsos itu.
Kabar hilangnya bocah tersebut sudah dibagikan ratusan kali oleh netizen. Berita ini juga dishare di grup-grup Whatsapp, di Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun, sejak Jumat.
Orang tua bocah meminta bantuan masyarakat luas memberi informasi, jika melihat keberadaan korban. Adapun ciri-ciri korban yang berambut lurus, kulit putih, dengan tinggi diperkirakan 60-70 cm.
“Jam 2 sore, cucu saya itu masih dikasih makan. Selesai makan, ia main-main dengan mamaknya. Habis itu, dia sendiri di pintu tengkurap sambil main boneka. Mamaknya di kursi tamu lagi pegang hape. Saya tergerak dari kamar saya tanya mamanya, “Mana Ara?” Tapi dia sudah tidak ada, padahal pagar rumah terengsel rapi. Itulah kejadiannya. Sampai saat ini, cucu saya belum kembali,” kata Tumborina Sidabutar (56), oppung si anak hilang, kepada MetroDaily, via pesan WhatsApp.
Jonny Buyung Saragih, anggota DPR RI periode 2009-2014 menyatakan, turut prihatin dengan kejadian yang menimpa korban. Tapi ia menyatakan sangat percaya pihak kepolisian mampu mengungkap kasus kematian Nayyara. "Dari semua polisi di dunia, polisi Indonesia paling jago mengungkap kejadian seperti ini. Saya mendukung kepolisian mengungkap kasus ini setuntas-tuntasnya," katanya. Editor : Metro Daily