Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Kasus Ibu Kubur Bayi di Madina Dituding Dampak Pergaulan Bebas

Metro Daily • Selasa, 11 Juli 2023 | 12:25 WIB
Petugas medis memeriksa jasad bayi di Instalansi Pemulasaraan Jenazah RSUD Panyabungan.
Petugas medis memeriksa jasad bayi di Instalansi Pemulasaraan Jenazah RSUD Panyabungan.
MADINA, METRODAILY - Kasus ibu kubur bayi yang terjadi belakangan ini di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, menjadi sorotan publik. Salahsatunya datang dari Forum Wartawan Kota (Forwakot) Panyabungan. Forum wartawan itu menilai kasus yang menggemparkan dan menyayat hati publik tersebut merupakan dampak pergaulan bebas.

"Kasus penemuan jasad bayi ini benar-benar harus diperhatikan. Ini salah satu dampak pergaulan bebas yang terjadi belakangan ini khususnya di Mandailing Natal," kata Syahrul Ramadhan dalam diskusi sesama wartawan di Taman Panyabungan Kota, Minggu (9/7/23) sore.

Untuk itu, Syahrul meminta seluruh lapisan masyarakat, tokoh agama maupun stakeholder, untuk mengambil peran dalam pencegahan perbuatan yang tak pantas tersebut agar hal serupa tidak terulang kembali.

"Karena tidak kasus yang terjadi di Set Galoga saja, bahkan kita juga sudah pernah ketemukan sejumlah kasus penemuan bayi, antara lain kasus penemuan orok yang dibuang di sungai Huta Pungkut. Kasus penemuan orok di Sihepeng, Siabu dan beberapa kasus lainnya," katanya.

"Tentu ini membuat miris dan harus menjadi momentum bagi semua pihak untuk berbuat sesuatu dalam mencegah kasus yang seperti yang ini tidak terjadi lagi di daerah kita Kabupaten Mandailing Natal," ujar Syahrul.

Sahrul mengatakan, Forwakot sepakat akan mengadakan diskusi terbuka di Taman Kota Panyabungan dengan menghadirkan berbagai narasumber mengambil tema 'Dampak Pergaulan Bebas Bagi Kalangan Muda Milenial'.

"Kita menilai kasus Aek Galoga itu adalah tamparan keras bagi kita semua, terlepas belum ditetapkan siapa pelakunya namun telah disimpulkan itu adalah hasil hubungan gelap dampak pergaulan bebas," imbuhnya.

Dengan demikian dia mengajak semua pihak merenungkan kembali bahwa kasus Aek Galoga itu bisa saja terjadi kepada keluarga manapun yang memiliki anak gadis yang masih remaja dan dewasa.

"Dengan momen ini kita mengajak semua pihak untuk berkontribusi pemikiran dan mengambil peran dalam mencegah hal seperti ini agar tidak kembali terulang," katanya.

"Dan kasus Aek Galoga harus menjadi momentum untuk kembali membenahi kehidupan sosial bermasyarakat kita. Dan ini dampak pergaulan bebas di tengah-tengah kondisi kehidupan bermasyarakat. Kita harus ikut mencegah agar tak terulang kembali dikemudian hari kasus-kasus seperti ini," tungkasnya.(int) Editor : Metro Daily
#bayi dikubur