Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Mahasiswi Polmed Asal Batang Toru Tewas Ditikam di Kamar Kos

Metro-Esa • Senin, 10 April 2023 | 17:17 WIB
Pelaku saat digiring ke Polsek Sunggal.
Pelaku saat digiring ke Polsek Sunggal.
MEDAN, METRODAILY – Penghuni sekitar Jalan Sipirok Medan, Kecamatan Medan Selayang, Jumat (7/4/2023) siang sekitar pukul 13.00 WIB mendadak heboh dengan teriakan seorang wanita. Sumber suara jeritan minta tolong itu ternyata berasal dari Lantai 2 Kost khusus Putri tersebut.

Wanita itu diketahui bernama Bunga Lestari (19), mahasiswi Politeknik Medan, yang menjadi korban pembunuhan di kamar indekosnya di jalan Sipirok, Korban sempat dibawa ke RS Universitas Sumatera Utara, namun nyawanya tak terselamatkan. Ia mengalami sejumlah luka tusuk di kepala dan tubuhnya.

Menurut salah seorang saksi mata, Rahul Pratama kejadian itu terjadi sekira pukul 13.00 WIB ketika sedang berlangsungnya salat Jumat. Awalnya, warga di sekitar kostan tersebut dikagetkan dengan suara teriakan histeris dari para penghuni kostan.

"Awalnya kami kira ada yang kesurupan, jadi kami dipanggil sama cewek- cewek di situ, ke sanalah aku, katanya ada yang berdarah - darah," kata Rahul kepada wartawan, Jumat (7/4/2023).

Ia menjelaskan, sebelumnya kejadian menurut keterangan penghuni kost lainnya korban bersama dengan seorang pria. Namun, belum diketahui secara pasti identitas pria yang dimaksud itu.

"Kami ke sana katanya ada cowok sama dia. Kami naik ke atas cari cowoknya, sudah nggak ada," sebutnya.

Rahul menjelaskan, ketika tiba di dalam kostan tersebut ia bersama temannya yang lain yang langsung naik ke lantai dua, karena kamar korban berada di atas.
Setibanya di dalam kamar korban, ia melihat kondisi korban sudah berlumuran darah terbaring lemas.

"Kondisinya sudah berdarah-darah, punggungnya sudah koyak, darahnya berserak di tempat tidur," ungkapnya.

Setelah itu, Rahul menjelaskan korban langsung di evakuasi keluar dari dalam kamarnya dan langsung dibawa ke rumah sakit USU untuk menjalani perawatan.

"Dia duduk di lantai sudah oyong, cuma dipunggung koyak nampak daging. Begitu kami turunkan langsung temennya pesankan taksi online, dan dibawa ke rumah sakit," ujarnya.
Sedang saksi lain, melihat pria masuk ke kos korban. Sebelum terjadi insiden penikaman brutal itu, para penghuni kost yang lain sempat melihat ada pria yang tidak dikenal masuk ke dalam kosan.

Padahal, kosan khusus putri itu memang dilarang untuk dimasuki oleh laki - laki.
Menurut Salsabila penghuni kost di depan kamar korban, sebelum kejadian ada pria yang tak dikenal masuk ke areal kostan. Saat itu, pria misterius itu sempat melihat-lihat para penghuni kost yang lain di lantai bawah dan lalu naik ke lantai atas.

"Tadi ada kawan-kawan yang di kamar bawah lagi buat takjil. Kemudian masuk cowok itu liat-liat orang itu," kata Salsabila

"Karena di lihat-lihat terus orang itu takut, habis itu cowok itu masuk ke lantai atas. Pas Jumatan tadi kejadiannya," ungkapnya.

Pelaku Tertangkap

USAI mendapat informasi peristiwa pembunuhan terhadap Bunga Lestari (19), mahasiswi Politeknik Medan, yang terjadi di jalan Sipirok, Kecamatan Medan Selayang, Polsek Sunggal langsung bergerak cepat, penangkapan pelaku tak butuh waktu lama, hanya sekitar 12 jam atau tepatnya Sabtu (8/4) dinihari sekitar pukul 01:00 Wib, tersangka berhasil ditangkap
Kapolsek Sunggal Kompol Chandra Yudha Pranata mengatakan, berdasarkan identitas pelaku bernama Muhammad Ramadhan Hasibuan (20), warga Dusun Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang.

Dia ditangkap kediamannya, di Jalan Cinta Karya, Gang Landasan, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia.

Yudha menyebut motif pembunuhan ini didasarkan dendam pelaku terhadap korban.
Pelaku merasa tidak terima dituduh sebagai pencuri laptop. Antara pelaku dan korban pun saling mengenal karena pelaku pernah bekerja di indekos korban.

"Alhamdulillah setelah kita lakukan pengembangan, yang bersangkutan mengakui perbuatannya. Motifnya adanya dendam. Dimana pelaku sering dikatai sebagai pencuri laptop, maling seperti itu,"kata Kapolsek Sunggal Kompol Chandra Yudha Pranata, Sabtu (8/4/2023).
Pada dua hari yang lalu Muhammad Ramadhan Hasibuan (20), merencanakan pembunuhan terhadap Bunga Lestari. Dia membunuh dengan pisau dapur yang dipersiapkan dari dapur rumahnya.
Atas perbuatannya, pelaku terancam kurungan penjara seumur hidup atau hukuman mati.

"340 Subsider 351 ayat 3 yang mengakibatkan meninggal dunia."katanya.

Sebelumnya, seorang wanita bernama Bunga Lestari (19), mahasiswi Politeknik Medan, menjadi korban pembunuhan di kamar indekosnya di jalan Sipirok, Kecamatan Medan Selayang, Jumat 7 April siang sekitar pukul 13:00 WIB.Korban sempat dibawa ke RS Universitas Sumatera Utara (USU), namun nyawanya tak terselamatkan. Ia mengalami sejumlah luka luka ditubuhnya.

Setelah Jenazah di Autopsi, Pihak Keluarga berencana langsung membawa Jenazah Bunga Kestari di Kampung Halamannya di Kecamatan Batang Tari Kabupaten Tapanuli Selatan. (Irs/trc) Editor : Metro-Esa
#pembunuhan #poldasu #polsek sunggal