S Sinaga, salah seorang warga setempat di lokasi kejadian menjelaskan, berdasarkan keterangan sopir bermarga Sihite yang juga kepala keluarga, kejadiannya berawal ketika anak perempuannya bertukar tempat duduk dengan istrinya.
“Di perjalanan Sibolga-Tarutung, anak perempuannya mabuk kendaraan. Jadi roker tempat duduklah. Istrinya duduk di belakang, sedangkan anak perempuannya duduk di depan. Entah kenapa, saat melaju di lokasi kejadian yang posisinya menikung, tak disadari posisi mobil sudah ke tengah jalan dan lurus menuju jurang,” katanya mengutip keterangan sopir.
Pengakuan sopir bermarga Sihite, mereka tinggal di Pekanbaru dan berangkat ke Kota Medan guna menjemput anak perempuannya. “Cuma itunya boru (anak perempuan)-nya dan orang itu mau pulang ke kampungnya di Gonting Mahe, Desa Pargarutan, Kecamatan Sorkam. Katanya, mereka hendak ziarah ke kampung,” katanya.
Kapolres Sibolga AKBP Taryono Raharja melalui Kasi Humas AKP Ramadhansyah Sormin, membenarkan terjadinya kecelakaan lalulintas. “Kecelakaan lalulintas tunggal itu terjadi di depan salah satu penginapan di Kelurahan Hutabarangan. Mobil dikemudikan oleh JVS (60) warga Jalan Garu IX Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan. Tidak ada korban jiwa,” beber Sormin.
Saat itu, sambungnya, JVS yang berprofesi sebagai pendeta membawa istrinya bernama Monalisa Situmorang (57) dan putrinya Agnes Sihite (27), keduanya warga Jalan Balapan, Kota Pekanbaru dan melaju dengan kecepatan sedang dari arah Tarutung menuju ke Sibolga.
“Saat melintas di Jalan Sibolga Tarutung KM 3, pengemudi mobil hilang kendali dan keluar badan jalan sebelah kanan. Kemudian mobil masuk ke jurang kedalaman sekira 20 meter dan jatuh tepat di samping warung kopi dekat tempat kejadian,” tandasnya.
Kejadian itu mengakibatkan 1 orang penumpang mengalami luka ringan dan kendaraan mengalami kerusakan. Kerugian materil sekitar Rp 1 juta. (rb) Editor : Metro Daily