Kapolres Tebingtinggi, AKBP Mochamad Kunto Wibisono, didampingi Kasatlantas AKP Dhoraria S Simanjuntak, Kasat Tahti Iptu Muhammad Amin, SPKT Polres Tebingtinggi, SPKT Polsek Tebingtinggi, dan Tim Inafis Polres Tebingtinggi, menerangkan, sore itu bus melaju di Jalan Lintas Sumatera.
Sekira pukul 16.20 WIB, penumpang bus di bagian belakang berteriak paa sopir bus Antoni Silitonga (51), warga Dusun Hutaraja Desa Hutaraja Kecamatan Dolok Sanggul Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), karena melihat gumpalan asap dari mesin di bagian belakang.
Para penumpang meminta sopir menghentikan laju bus untuk memeriksa keadaan. Karena panik, penumpang mulai berebut turun. Dan makin panik saat asap hitam makin banyak memasuki bus sementara penumpang maish banyak yang belum turun.
"Cepat... cepatt," teriak penumpang yang berbaris di bagian belakang.
“Sopir melakukan pengecekan dan beserta kernet menyiramkan air ke bagian mesin. Namun api semakin besar dan menyambar bagian tengah hingga keseluruhan mobil,” terang Kunto.
Beruntung, penumpang berhasil turun sepenuhnya dan segera berlari menjauhi bus, apalagi saat terdengar ledakan pertama.
Kernet sempat menyelamatkan koper-koper dan tas penumpang dari bagasi samping bus, dengan melemparkannya cepat ke kebun sawit.
Sementara sopir dibantu seorang warga hanya sempat menyiramkan dua ember air, karena api meledak makin dahsyat menyebabkan api semakin berkobar dari bagian belakang bus menuju bodi tengah bus.
Api terus berkobar dengan asap hitam ke udara, nyaris membakar pohon sawit dan pohon karet yang berada di dekatnya. Api yang diselingi ledakan beberapa kali, menyebabkan arus lalu-lintas sempat tertahan sekitar 30 menit.
Sekira pukul 16.45 WIB, api berhasil dipadamkan setelah mobil pemadam kebakaran dari Pemko Tebingtinggi dan Pemkab Serdangbedagai tiba.
Sebelumnya, Kunto memerintahkan personelnya untuk mengambil langkah-langkah agar segera mengamankan lokasi kebakaran, menghubungi pemadam kebakaran, membantu memadamkan api, memasang police line, mengatur arus lalu-lintas, dan memanggil mobil derek untuk evakuasi.
Seorang saksi yang juga kernet bus, Muslim (46) warga Jalan Sutomo Pematang Siantar mengatakan, penumpang bus berjumlah 22 orang. Mereka sudah dialihkan ke bus lainnya yang mengarah ke Pematang Siantar.
Akibat kejadian tersebut, Jalinsum Medan-Siantar macet total hingga empat jam lebih. Kemacetan terjadi mulai Pabatu hingga Limbong perbatasan Sergai dan Tebingtinggi.
“Macet kali, dan bisa dikatakan lumpuh total. Dari Pabatu hingga Limbong memakan waktu empat jam,” ungkap seorang warga. (int) Editor : Metro Daily