Kepala Desa Mardame Master Gultom kepada wartawan mengatakan, pria yang sama sekali tidak memiliki identitas itu mengaku bernama Rosid dan berusia sekitar 40 tahun.
"Pelaku melakukan aksinya saat tidak ada orang di masjid. Kebetulan ustadz berdomisili di depan masjid Darussalam, dan melihat pelaku sedang membongkar kotak infaq. Kemudian pelaku pun diamankan warga," jelasnya.
Menurutnya, pelaku sempat diserahkan ke pihak berwajib untuk ditangani sebagaimana mestinya. “Namun kita merasa kasihan dengan pelaku, sebab setelah kita tanyai, pelaku mengaku dibawa temannya untuk bekerja ke Medan, namun pekerjaan dimaksud tidak jelas. Pelaku mengaku sempat mengamen di Medan, hingga akhirnya sampai di desa ini dengan berjalan kaki dari Medan dengan maksud pulang ke Jawa,” terangnya.
Master menambahkan, dia sendiri pun akhirnya bermohon kepada polisi agar kasus itu tidak diperpanjang lagi, mengingat cerita pelaku yang cukup menyedihkan.
"Akhirnya kita bersama pengurus BKM Darussalam sepakat tidak memperpanjang masalah, dan saya sendiri memberikan biaya perongkosan pelaku untuk pulang ke Jawa. Pelaku pun sudah diantarkan oleh ustadz langsung ke loket bus tujuan Jakarta di Sibolga," tandasnya seraya menambahkan warga setempat dan pengurus BKM juga memberi pelaku makan dan sejumlah pakaian layak pakai. (rb) Editor : Metro Daily