Kasat Lantas Polres Tapsel AKP Sofyan Nasution menyebut, Bus ALS yang dikemudikan Saleh Batubara (50) itu berangkat dari Kota Medan mengangkut sebanyak 26 penumpang.
Tepatnya di Jalan Lintas Sumatera Psp-Mandailing KM 37-38, supir membanting setir ke arah kiri untuk menghindari sepedamotor yang ada di depannya. Laju bus tak terkendali, setelah ban terjatuh ke beram jalan, dan terjun terguling ke dalam jurang berkedalaman belasan meter. Jalan di sekitar lokasi itu lurus, menurun dan berlubang.
“Sewaktu Bus ALS berjalan dari arah Padangsidimpuan menuju arah Madina. Tepatnya sekitar 10 meter sebelum TKP Bus menghindari sepedamotor yang berada di depan, menghindar ke kiri sehingga ban sebelah kiri bus masuk ke beram jalan dan akhirnya bus keluar beram jalan dan terguling ke lembah.
Akibat kejadian tersebut 12 penumpang luka salah satunya meninggal dunia,” terang AKP Sofyan.
Para santri ini rencananya akan masuk bersekolah pada Sabtu (29/10/2022). Setelah libur selama dua minggu.
Korban meninggal dunia merupakan Mustofa Bahri (14) warga Desa Buhoro, Kabupaten Langkat. Merupakan santri kelas dua. Ayahnya Saiful Bahri, merupakan alumni pesantren itu juga pada tahun 2000. Jasadnya sempat dilarikan ke RS Permata Madina, sebelum akhirnya dibawa pulang ke kampung halamannya.
Ada pun korban yang dirawat di Puskesmas Sayurmatinggi yakni; Sorin Atia Hsb, Aluna Sakira, Rapi Damanik, Siti Sifa Khoirunnisa Lubis, Najwa Naila, Nadin Dea, Ahmad Auli, Lailatul Aulia, Adinda Ayu Nirwana Sinuraya, Reza Varafja dan Muhammad Ingoton Nst.
Kepolisian, kata Sofyan, telah melakukan olah TKP dan memeriksa saksi serta mengevakuasi para korban. Serta mengamankan barang bukti. (San) Editor : Metro-Esa