"Kasatreskrim beserta tim masih mengejar," kata Kapolres Madina AKBP Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq, Selasa (5/7/2022).
Reza mengatakan, pihaknya menduga pelaku telah melarikan diri ke luar daerah Madina. Reza meminta agar pelaku menyerahkan diri.
"Betul (pelaku diduga kabur ke luar daerah Madina). Saya imbau pelaku untuk segera menyerahkan diri dan tidak melawan petugas atau akan mendapatkan tindakan tegas dan terukur," sebut Reza.
Sebelumnya, Apri Wahyudi (31) ditemukan tergeletak di pinggir jalan karena ditembak dengan senapan angin. Dia ditembak karena masalah utang piutang dengan pelaku.
"Mengalami tembakan senapan angin mengenai di dada," kata Kapolres Madina, Reza Chairul, Sabtu (2/7/2022).
Saat ditemukan, Apri tergeletak lemas di pinggir jalan, tepatnya di depan Kantor Camat Tambangan pada Jumat (1/7/202) petang, sekitar pukul 17.00 WIB. Darah mengucur dari dada kirinya.
Korban langsung dibawa oleh pihak kepolisian ke Puskesmas terdekat, sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Panyabungan.
Reza menjelaskan, berdasarkan keterangan korban, dia ditembak pelaku dari arah depan dengan jarak 3 meter. "Korban ditembak dari arah depan dengan jarak sekitar 3 meter oleh pelaku, menggunakan senjata mirip senapan angin atau locot," jelasnya.
Pelaku penembakan adalah Aten (40), warga Desa Sihepeng, Kecamatan Siabu. Keduanya saling kenal.
Aten menembak Apri karena masalah utang piutang. Namun, Reza tak mengungkapkan secara gamblang detail utang piutang tersebut.
"Penyebab kejadian dikarenakan persoalan utang korban dengan pelaku," sebutnya.
Sebelumnya diberitakan, seorang pria ditemukan terkapar dan luka parah pada bagian dada di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Laru Lombang, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Jumat (1/7/2022) sekira pukul 17.00 Wib.
Warga yang mendengar letusan kemudian menghampiri Apri, dan membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapat pertolongan. Namun karena pendarahan, warga Muara Sipongi itu kemudian dibawa ke RSUD Panyabungan. (dtc) Editor : Metro Daily