Warga di Tor Simarsayang, tiba-tiba dihebohkan dengan penemuan laki-laki di salah satu warung tuak yang ada di lokasi tersebut. Spontan, warga langsung memberitahukan kepada pihak kepolisian.
Saat ditemukan, Firman memakai baju kameja warna putih dengan posisi di bawah salah satu tempat duduk di warung tuak.
Selain itu, korban juga memakai celana jeans warna biru dengan memakai ikat pinggang.
Kasat Reskrim Polres Padangsidimpuan, AKP Bambang Priyatno mengatakan, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, Firman sering berada di lokasi.
”Kadang, beliau (Firman) sering tidur di warung tuak milik warga yang ada di sekitar itu,”ujarnya.
Lebih lanjut Bambang menjelaskan, saat ini jenazah sudah dibawa ke rumah sakit.
”Hasil visumnya tidak ada tanda-tanda kekerasan,”tandas Bambang.
Ada Riwayat Penyakit Sesak Nafas
Firman ternyata sudah lama tidak pulang ke kampungnya di Desa Sisundung, Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan. Ini terungkap oleh sejumlah keluarganya ketika ditemui di kamar jenazah di RSUD Padangsidimpuan, Selasa (14/6/2022).
“Firman sudah lama tidak pulang ke rumah di kampung kami,”ujar Ganti Surya, salah seorang keluarga Firman kepada wartawan.
Selain itu kata Surya, korban selama ini mengidap penyakit sesak nafas. Dia mengakui, pihak keluarga merasa terkejut dengan kabar kematian Firman. Sebab, almarhum jarang memberi kabar kepada saudaranya yang ada di kampung.
“Beliau memang sudah lama menderita penyakit sesak nafas, saya tidak menduga bisa seperti ini. Tadi ada yang beritahu keluarga kami tentang info tersebut,”tuturnya.(irs/MD) Editor : Metro-Esa