SIMALUNGUN, METRODAILY – Kecelakaan lalu lintas di Jalan Medan Km 20–21, Nagori Dolok Kahean, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, Sabtu (10/10), berujung tragis.
Seorang penumpang yang tengah hamil, Jernih Sihombing (39), mengalami keguguran setelah mobil Mitsubishi L-300 yang ditumpanginya menabrak bagian belakang mobil pikap.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 06.20 WIB di ruas jalan nasional yang menghubungkan Pematangsiantar dan Medan. Dua kendaraan yang terlibat yakni Mitsubishi pikap hitam bernomor polisi BB 8429 DC dan Mitsubishi L-300 milik PT Kevin Pratama Trans bernomor polisi BKB 1499 XS.
Baca Juga: Empat Orang Terjatuh dalam Tabrakan Dua Vario di Siantar, Satu Meninggal
Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Simalungun Ipda Yancen menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi dan hasil pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP), kecelakaan bermula saat pikap yang dikemudikan Arhita Sinaga (31) melaju dari Pematangsiantar menuju Medan.
Pikap tersebut berhenti karena terdapat truk mogok di depannya. Tak lama berselang, Mitsubishi L-300 yang dikemudikan Ginonggom B Nababan (62) datang dari arah yang sama dan menabrak bagian belakang pikap.
“Mobil L-300 diduga melaju dengan kecepatan tinggi dan kurang hati-hati sehingga menabrak bagian belakang pikap,” jelas Yancen.
Baca Juga: Influenza A H3N2 Meningkat di Asia Tenggara, Simalungun Waspada
Benturan tersebut mengakibatkan sejumlah penumpang L-300 mengalami luka-luka. Jernih, yang sedang mengandung, mengalami luka pada bagian perut. Ia sempat dibawa ke Puskesmas Tapian Dolok sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Tentara Pematangsiantar.
“Korban mengalami keguguran kandungan,” kata Yancen.
Empat Penumpang Mendapat Perawatan
Selain Jernih, penumpang L-300 lainnya juga mengalami luka. Holmes Situmorang (40) mengalami luka pada kaki, sedangkan Dean Situmorang (4) mengalami luka pada wajah, kepala, dan kaki. Keduanya dirujuk ke Rumah Sakit Tentara Pematangsiantar.
Baca Juga: Transaksi Sawit hingga Aset Orang Kaya Masuk Radar AI Kemenkeu
Sementara itu, Soli Lumbantoruan (5) dan Shalo Lumbantoruan (6) mengalami luka pada kepala. Setelah mendapat penanganan di Puskesmas Tapian Dolok, keduanya menjalani rawat jalan.
Pengemudi L-300, Ginonggom B Nababan, juga mengeluhkan sakit pada bagian perut. Ia mendapat perawatan di Puskesmas Tapian Dolok dan menjalani rawat jalan.
Adapun pengemudi pikap, Arhita Sinaga, bersama penumpangnya, Suhardi Tumanggor (17), dilaporkan tidak mengalami luka.
Yancen menyebut tidak ada korban meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut. Kerugian materi diperkirakan mencapai Rp6 juta.
Baca Juga: Calvin Verdonk Berpeluang Debut di Liga Champions, Cedera Perraud Buka Jalan
Polisi Periksa Saksi
Menurut Yancen, kedua pengemudi diketahui dalam kondisi sehat jasmani dan rohani sebelum kecelakaan. Kendaraan yang terlibat juga disebut berada dalam kondisi standar keselamatan.
Saat kejadian, cuaca cerah dengan jarak pandang bebas. Lokasi kecelakaan merupakan jalan nasional yang lurus, memiliki lebar sekitar tujuh meter dan marka jalan, tetapi tidak dilengkapi rambu lalu lintas. Ruas jalan tersebut berada di kawasan perkebunan karet PT Bridgestone.
Polisi telah meminta keterangan dua saksi, yakni Bagus Ramadan (26) dan Arif Syahputra (27), untuk mendukung penyelidikan.
Baca Juga: Andien Bangun Sekolah Gratis Kelima, Modal Awal dari Royalti Lagu
Yancen mengingatkan pengendara agar menjaga jarak aman dan mengurangi kecepatan, termasuk saat melintas di jalan lurus yang berpotensi membuat pengemudi lengah.
“Keselamatan adalah yang utama. Patuhi aturan lalu lintas demi keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya,” pungkasnya. (rel)
Editor : Editor Satu