Bobol Sekolah, 9 Chromebook Raib; Hutu Diciduk Dua Bulan Kemudian

Editor Satu • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 12:40 WIB
BP alias Hutu, terduga pelaku pembobolan SMP Swasta HKBP Poriaha, diamankan Satreskrim Polres Tapteng bersama lima Chromebook hasil sitaan. (Foto: Humas Polres Tapteng)
BP alias Hutu, terduga pelaku pembobolan SMP Swasta HKBP Poriaha, diamankan Satreskrim Polres Tapteng bersama lima Chromebook hasil sitaan. (Foto: Humas Polres Tapteng)

TAPTENG, METRODAILY — Sembilan unit Chromebook milik SMP Swasta HKBP Poriaha, Kelurahan Tapian Nauli II, Kecamatan Tapian Nauli, Tapanuli Tengah (Tapteng), raib dibobol maling.

Dua bulan setelah kejadian, polisi menangkap BP alias Hutu (36), warga sekitar yang diduga sebagai pelaku.

Hutu diciduk Satreskrim Polres Tapteng, Rabu (30/9/2026), setelah polisi mengusut pembobolan sekolah yang terjadi Minggu (12/7/2026).

Kapolres Tapteng melalui Kasat Reskrim AKP Dian Agustian Perdana membenarkan penangkapan tersebut. Ia mengatakan, penindakan dilakukan dalam rangka

Baca Juga: Tanpa Messi, Argentina Bantai Burkina Faso 7-0

Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) Operasi “Sikat Toba-2026” untuk menindak kasus pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian dengan pemberatan (curat) di wilayah hukum Polres Tapteng.

Kasus itu pertama kali diketahui pada Minggu (12/7/2026) sekitar pukul 10.06 WIB. Saat hendak beribadah ke gereja, Lambok Samosir melihat pintu sekolah dalam keadaan terbuka.

Curiga melihat kondisi tersebut, ia kemudian memberitahukannya kepada Kepala Sekolah SMP Swasta HKBP Poriaha, Arninovita Hutagalung (43).

Sekitar pukul 12.00 WIB, Arninovita mengecek sekolah. Ia mendapati gembok pintu utama telah dirusak.

Baca Juga: Berlliana Lovell Pelihara Tikus di Apartemen, Punya Kamar Sendiri

Kondisi ruang kepala sekolah juga berantakan. Setelah diperiksa, sembilan unit Chromebook merek Zyrex M432 yang disimpan di dalam lemari sekolah telah hilang.

“Atas kejadian tersebut, pihak sekolah mengalami kerugian materiil yang diperkirakan mencapai Rp38.223.000 dan langsung melaporkannya ke SPKT Polres Tapanuli Tengah,” ujar Dian.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi. Dari rangkaian penyelidikan tersebut, petugas mengidentifikasi BP alias Hutu sebagai orang yang diduga terlibat dalam pembobolan.

Baca Juga: Sampah Taput Capai 68 Ton Sehari, Pemkab Tambah Dua Truk Kebersihan

Setelah diamankan dan menjalani pemeriksaan, Hutu mengakui perbuatannya.

Dari sembilan Chromebook yang dicuri, empat unit disebut telah dijual kepada seorang rekannya yang dikenal dengan panggilan Andi. Dari transaksi tersebut, Hutu mengaku memperoleh uang tunai Rp150.000.

Selain uang, ia juga mendapatkan satu paket sabu senilai Rp150.000 yang kemudian dikonsumsi sendiri.

Sementara itu, polisi baru berhasil mengamankan lima unit Chromebook Zyrex M432 yang diduga merupakan bagian dari barang hasil pencurian.

“Untuk barang bukti kita sudah mengamankan berupa lima unit Chromebook Zyrex M432 yang tersisa. Saat ini tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Tapanuli Tengah untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” kata Dian. (dh)

Editor : Editor Satu
bobol sekolah Chromebook