PARLILITAN, METRODAILY – Video empat pria dikejar dan diamuk massa karena diteriaki penculik anak di Desa Sionom Hudon Julu, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), viral di media sosial.
Polisi menyebut salah satu pria yang diamankan diduga merupakan ayah kandung anak yang hendak ditemuinya.
Dalam video yang beredar, keempat pria tersebut terlihat dikejar warga hingga berlari ke arah semak-semak dan rawa-rawa. Mereka kemudian ditangkap warga di Dusun Pardomuan, Desa Sion Julu, Kecamatan Parlilitan.
Keempatnya sempat menjadi sasaran amukan massa sebelum diserahkan kepada polisi.
Baca Juga: Remaja 17 Tahun Lawan Terduga Pelaku Curas di Sibolga, Pisau Berhasil Direbut
Plt Kasi Humas Polres Humbahas Bripka Jafar Simanjuntak mengatakan peristiwa itu terjadi Rabu, 30 September 2026. Menurut dia, salah seorang pria tersebut datang dari Sibolga untuk menemui anaknya sekaligus mengajaknya jalan-jalan.
“Terkait informasinya, seorang laki-laki yang diduga merupakan ayah kandung anak tersebut datang dari luar kota ingin membawa anaknya jalan-jalan,” kata Jafar saat dikonfirmasi, Rabu (30/9/2026).
Namun, rencana tersebut berujung kesalahpahaman dengan pengasuh anak. Pria itu kemudian diteriaki sebagai penculik anak hingga dikejar warga.
Baca Juga: Tiga Siswa SD Humbahas Berangkat Berlaga di Olimpiade Gasing Nasional
“Ada kesalahpahaman dengan pengasuh sehingga diteriaki penculikan anak dan dikejar. Kemudian lari ke semak-semak dan ditangkap warga di Dusun Pardomuan, Desa Sion Julu, Kecamatan Parlilitan,” ujarnya.
Pria tersebut sempat diamuk massa. Polisi yang tiba di lokasi kemudian mengamankannya untuk mencegah situasi semakin buruk.
“Kita amankan dari amukan massa,” kata Jafar.
Polisi kini masih memeriksa pihak-pihak yang terlibat untuk memastikan duduk perkara sebenarnya. Penyidik juga mendalami kemungkinan adanya persoalan keluarga di balik kejadian tersebut.
Baca Juga: Warga Kandibata Adukan Dugaan Terowongan PLTMH ke Hinca Pandjaitan
“Kami masih mendalami kronologi dan keterangan para pihak, termasuk dugaan adanya unsur penculikan atau permasalahan keluarga,” katanya.
Jafar mengimbau masyarakat tidak terprovokasi informasi yang beredar di media sosial sebelum ada keterangan resmi dari kepolisian.
“Peristiwa ini masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak kepolisian. Untuk perkembangan lebih lanjut akan disampaikan kemudian,” pungkasnya. (net)
Editor : Editor Satu