Rusak 13 Rumah dan Belasan Kendaraan, 8 Orang Ditangkap di Humbahas

Editor Satu • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 13:10 WIB
Polisi mengamankan lokasi perusakan rumah warga dan belasan kendaraan di Desa Matiti II, Dolok Sanggul, Humbahas, Sabtu (12/9/2026).
Polisi mengamankan lokasi perusakan rumah warga dan belasan kendaraan di Desa Matiti II, Dolok Sanggul, Humbahas, Sabtu (12/9/2026).

HUMBAHAS, METRODAILY — Polisi menangkap delapan orang yang diduga terlibat dalam perusakan 13 rumah warga dan belasan kendaraan di Sarsiantar, Desa Matiti II, Kecamatan Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara.

Delapan terduga pelaku diamankan pada Senin (14/9), dua hari setelah kerusuhan yang dipicu konflik sengketa lahan. Penangkapan dilakukan Tim Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut bersama Sat Reskrim Polres Humbahas.

Kasi Humas Polres Humbahas Bripda Jafar Simanjuntak mengatakan delapan terduga pelaku yang diamankan masing-masing berinisial MS (60), PS (49), TBS (42), HS (65), TGS (66), IS (43), SS (38), dan TS (36). Seluruhnya merupakan warga Kecamatan Dolok Sanggul.

Baca Juga: Tanya Asal Sawit, Warga Disabet Egrek hingga Dapat 12 Jahitan

"Tim Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut, dengan dukungan Sat Reskrim Polres Humbahas, telah melakukan penindakan terhadap para terduga pelaku. Dalam kegiatan tersebut, petugas berhasil mengamankan delapan orang yang diduga terlibat," kata Jafar saat dikonfirmasi, Selasa (15/9).

Jafar mengatakan, satu dari delapan orang tersebut diamankan karena melakukan perlawanan ketika petugas melakukan pembubaran.

"Saat ini, para terduga pelaku dan dua orang saksi telah dibawa ke Polda Sumut untuk proses pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut," ujarnya.

Penanganan kasus perusakan tersebut kini dilimpahkan ke Ditreskrimum Polda Sumut.

Kapolres Humbahas AKBP Adi Nugroho mengatakan polisi tetap melakukan pengamanan di lokasi untuk memastikan situasi pascakejadian tetap aman dan kondusif.

"Kita akan mengintensifkan patroli gabungan antara Polri dan instansi terkait sampai benar-benar kondusif," kata Adi.

Ia menyebut situasi di lokasi saat ini telah aman dan kondusif. Masyarakat diminta menahan diri dan tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi.

"Kami mengimbau kepada seluruh pihak untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, serta mempercayakan penanganan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Mari bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif," ujarnya.

Berawal dari Sengketa Lahan

Perusakan tersebut bermula dari konflik sengketa lahan yang melibatkan dua kelompok, yakni kelompok Raja Bius Manullang dan Opung Patar Munte.

Pada Sabtu (12/9) pagi, sebuah gubuk milik kelompok Raja Bius Manullang terbakar di kawasan sengketa lahan. Kelompok Raja Bius Manullang kemudian menduga kebakaran tersebut dilakukan kelompok Opung Patar Munte.

Dugaan itu kemudian memicu kericuhan sekitar pukul 08.00 WIB.

Dalam kejadian tersebut, 13 rumah warga, satu bangunan Resto Gracia, tujuh kendaraan roda empat, satu kendaraan roda enam, serta tujuh kendaraan roda dua mengalami kerusakan.

Selain kerusakan bangunan dan kendaraan, delapan orang dilaporkan mengalami luka-luka.

Polisi masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman untuk mengungkap peran masing-masing terduga pelaku dalam peristiwa tersebut. (net)

Editor : Editor Satu
konflik antar klan perusakan rumah humbahas