SIMALUNGUN, METRODAILY — Mahyar (25), petugas objek wisata Pemandian Alam Sejuk (PAS) Sungai Lobang, Nagori Kerasaan, Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam saat menyelam ke dasar sungai.
Tim SAR menemukan jasad korban di kedalaman sekitar 10 meter, Minggu (13/9/2026), setelah melakukan pencarian di kawasan pemandian tersebut.
Kepala Pos SAR Danau Toba, Erikson Gultom, mengatakan enam personel rescuer dikerahkan untuk mencari korban. Tim melakukan penyisiran dan penyelaman ke dasar pemandian yang memiliki kedalaman hingga 12 meter.
Baca Juga: 448.300 Batang Rokok Ilegal Disita dari Gudang di Siborna Simalungun
"Pencarian dilakukan dengan menyelam ke dasar pemandian yang dalamnya mencapai 12 meter," ujar Erikson, Senin (14/9).
Hendak Membuka Tali Buoy
Sebelum kejadian, Mahyar diketahui menyelam secara manual ke dasar sungai. Ia bermaksud membuka tali buoy yang berada di dasar perairan.
Namun, setelah beberapa menit menyelam, korban tidak kunjung muncul ke permukaan. Rekan-rekannya kemudian berupaya mencari korban sebelum meminta bantuan tim SAR.
"Rekan-rekan korban kemudian melakukan upaya pencarian dan meminta bantuan tim SAR," ungkap Erikson.
Baca Juga: Betrand Peto Terseret Dugaan Kekerasan Seksual, Begini Sikap Ruben Onsu
Tim SAR yang tiba di lokasi langsung melakukan pencarian dengan metode penyelaman. Setelah menyisir dasar perairan, personel menemukan korban dalam kondisi sudah meninggal dunia.
"Korban ditemukan personel di dasar pemandian dengan kedalaman 10 meter," sambungnya.
Pencarian Terkendala Lubuk dan Minim Penerangan
Erikson mengatakan, proses pencarian korban menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya kondisi medan berupa lubuk sungai yang cukup dalam.
Baca Juga: Wesly Silalahi Dinobatkan FKUB Menjadi Bapak Toleransi Kota Pematangsiantar
Selain itu, operasi pencarian berlangsung pada malam hari. Kondisi tersebut membuat penerangan dan jarak pandang di dalam air terbatas.
"Kondisi medan berupa lubuk sungai yang cukup dalam serta operasi yang dilaksanakan pada malam hari menyebabkan keterbatasan penerangan dan jarak pandang," jelasnya.
Karena itu, personel harus meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan prosedur keselamatan selama penyelaman.
Setelah berhasil ditemukan, jasad korban dievakuasi dari dasar pemandian. Selanjutnya, korban diserahkan kepada pihak terkait dan keluarga di Kerasaan, Simalungun. (mbc)
Editor : Editor Satu