HUMBAHAS, METRODAILY – Aksi perusakan dan penjarahan di Desa Matiti, Kecamatan Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), meluas. Polisi mencatat 13 rumah dan satu restoran mengalami kerusakan. Sebanyak 15 kendaraan juga menjadi sasaran.
Kasi Humas Polres Humbang Hasundutan Bripka Jafar Simanjuntak mengatakan data terbaru menunjukkan jumlah rumah yang rusak bertambah dari informasi awal yang beredar di media sosial.
“Terdapat kerusakan 13 rumah dan satu unit Resto Gracia,” kata Jafar saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Minggu (13/9/2026).
Baca Juga: Sewa Rumah Dinas Bupati Tapteng Rp175 Juta per Tahun Dipersoalkan
Selain bangunan, kendaraan milik warga juga dirusak. Polisi mencatat tujuh kendaraan roda empat, satu kendaraan roda enam dan tujuh kendaraan roda dua terdampak dalam aksi tersebut.
“Korban telah membuat laporan resmi kepada pihak kepolisian. Laporan tersebut telah ditindaklanjuti, dan saat ini korban serta para saksi sudah dimintai keterangan dalam proses penyelidikan,” ujar Jafar.
Rumah Dirusak, Barang Diduga Dijarah
Sebelumnya, beredar video yang memperlihatkan sejumlah rumah warga di wilayah Kecamatan Dolok Sanggul dirusak dan dijarah oleh orang tak dikenal (OTK).
Baca Juga: Pasar Murah Pemkab Tapteng Diserbu Warga, Sembako Ludes
Dalam video tersebut, sebuah warung milik warga tampak mengalami kerusakan. Uang yang berada di laci serta sejumlah barang dagangan disebut diduga diambil.
Sejumlah rumah juga terlihat mengalami kerusakan. Kaca rumah pecah, sementara barang-barang di dalam rumah tampak berantakan dan mengalami kerusakan. Barang berharga di dalam rumah juga disebut diduga ikut diambil.
Kendaraan warga tak luput dari aksi tersebut. Dalam video yang beredar, terlihat satu unit bus, mobil pribadi dan truk yang berada di sekitar rumah warga dalam kondisi terbalik.
Narasi dalam video menyebut sedikitnya 12 rumah di tiga desa, yakni Desa Matiti, Desa Lapo Batu dan Desa Sarsiantar, mengalami kerusakan.
Baca Juga: SMAN 3 Sibolga Juara Kamista Cup IV, Taklukkan St Fransiskus Pandan 4-0
“Ada 12 rumah. Mobil dibalikkan semua, mobil bus dibalikkan dan mobil minibus. Uang di laci tidak ada lagi sisa, dicuri uang jualan. Ini kan posisinya warung dagangan, yang lain juga dicuri,” ujar seseorang dalam narasi video tersebut.
Polisi Selidiki Pelaku
Polisi membenarkan adanya peristiwa perusakan tersebut. Aksi itu disebut terjadi pada Sabtu (12/9/2026).
“Iya benar, hari ini kejadiannya,” kata Jafar saat dikonfirmasi, Sabtu (12/9/2026).
Saat ini, penyidik telah meminta keterangan korban dan sejumlah saksi. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap rangkaian kejadian serta pihak yang bertanggung jawab atas perusakan dan dugaan penjarahan tersebut.
Baca Juga: Sarwendah Tahan Sertifikat Aset Ruben Onsu, Ini Alasan Hukumnya
Peristiwa ini menjadi perhatian karena terjadi di tengah persoalan antara Raja Bius Manullang Matiti dan Pomparan Op. Patar Munthe Sarsiantar yang sebelumnya mendorong Pemkab Humbahas bersama Forkopimda menggelar rapat koordinasi untuk mencegah konflik meluas. (net)
Editor : Editor Satu