Tiorna Haloho Tewas di Kebun Sawit, Polisi Temukan Botol Racun

Editor Satu • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 12:40 WIB
Jenazah Tiorna Haloho saat berada di RSUD dr Djasamen Saragih Pematangsiantar untuk menjalani pemeriksaan medis.
Jenazah Tiorna Haloho saat berada di RSUD dr Djasamen Saragih Pematangsiantar untuk menjalani pemeriksaan medis.

SIMALUNGUN, METRODAILY — Tiorna Haloho (59), ibu rumah tangga warga Nagori Nusa Harapan, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, ditemukan dalam kondisi kritis di areal perkebunan kelapa sawit, Selasa (8/9) pagi. Ia kemudian dinyatakan meninggal dunia.

Tiorna ditemukan di Afdeling I TBM 2023 Perumnas Blok M 03 C PTPN IV Kebun Bangun, Nagori Nusa Harapan, sekitar pukul 10.00 WIB. Saat ditemukan, mulut korban berbusa dan kondisinya sudah tidak berdaya.

Warga kemudian membawa Tiorna ke Puskesmas Batu Anam. Namun setibanya di fasilitas kesehatan tersebut, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Baca Juga: Izin TKA Dipangkas, Pemerintah Targetkan Selesai Lima Hari

Suami korban, Irianto Siagian (63), mengatakan kepada polisi bahwa Tiorna sempat pulang ke rumah pada Selasa sekitar pukul 01.30 WIB. Saat itu, Irianto membangunkannya karena Tiorna hendak berbelanja ke Pasar Dwikora Pematangsiantar.

Irianto sempat menanyakan apakah istrinya akan dijemput.

“Dijemputnya kau?” tanya Irianto.

“Nanti ada yang jemput aku di sini. Nanti lewatnya mobilnya dari sini,” jawab Tiorna.

Baca Juga: Dua Rayap Besi Tepergok Curi Trafo di Ruko Bekas Kebakaran di Siantar

Tiorna kemudian membawa keranjang belanja berwarna kuning dan tas samping hitam. Ia berjalan menuju Jalan Makadame Raya untuk menunggu angkutan umum. Irianto kemudian kembali tidur.

Sekitar pukul 06.00 WIB, Irianto terbangun dan mendapati istrinya belum kembali. Ia kemudian mencari informasi kepada dua tetangga yang biasa berbelanja ke pasar bersama Tiorna, yakni Mak Jaya dan Mak Yohana.

Keduanya mengatakan tidak melihat Tiorna pergi berbelanja pagi itu.

Sekitar pukul 07.00 WIB, saat berada di warung miliknya, Irianto didatangi seorang pria yang memberitahukan ada perempuan tergeletak di areal perkebunan.

Baca Juga: Guru dan Polisi Rayu Dua Murid SD di Simalungun Kembali Sekolah

Irianto langsung menuju lokasi menggunakan sepeda motor. Di sana ia mendapati Tiorna duduk di rerumputan dengan mata terbuka. Mulutnya terlihat berbusa.

“Kenapa kau? Kenapa kau? Dipukulnya kau?” tanya Irianto.

Namun Tiorna tidak menjawab. Ia hanya mengacungkan jari telunjuk dan jari tengah tangan kanannya.

Irianto bersama warga kemudian membawa Tiorna menggunakan mobil ke Puskesmas Batu Anam. Namun nyawanya tidak tertolong.

Saksi lainnya, Alfonsus Nainggolan (49), karyawan perkebunan, mengatakan dirinya menemukan seorang perempuan tergeletak saat melakukan inspeksi di Afdeling I TBM 2023 Perumnas.

Baca Juga: Pesta Olob-olob GKPS Resort Siantar II, Wali Kota Berpesan soal Kerukunan

Alfonsus yang mengendarai sepeda motor sempat melintas di dekat lokasi. Karena takut, ia baru menghentikan kendaraannya sekitar 200 meter kemudian, tepat di persimpangan jalan.

Ia lalu menghubungi rekannya, Sabar Harianja, petugas keamanan PTPN IV Kebun Bangun di pos induk.

“Aku lihat ada orang tergeletak seperti tidak sadarkan diri. Siapa yang bertugas di TBM 2023 Perumnas? Tolong ditindaklanjuti agar security datang ke lokasi,” kata Alfonsus.

Sabar kemudian menghubungi petugas keamanan yang berjaga. Sekitar 15 menit kemudian, Suparmono tiba di lokasi dan melihat perempuan tersebut. Ia kemudian menuju permukiman warga dan kembali bersama sejumlah warga.

Baca Juga: 2 Bendungan di Ujung Padang Rusak Dihantam Banjir, Ratusan Hektare Sawah Terancam

Alfonsus kemudian mendekat dan melihat perempuan tersebut sudah dipangku seorang lelaki yang belakangan diketahui merupakan suaminya.

Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang melalui Kapolsek Gunung Malela AKP Hengky B Siahaan mengatakan, polisi mendapat informasi mengenai seorang perempuan yang meninggal secara tidak wajar di areal perkebunan tersebut.

Hengky bersama Kanit Reskrim Ipda Roy FD Rumapea, Kanit Intel Ipda Andre Siregar dan personel kemudian mendatangi lokasi. Polisi juga berkoordinasi dengan Satreskrim dan Inafis Polres Simalungun.

Di lokasi, petugas mengamankan sejumlah barang, yakni tas samping hitam, sebilah parang, keranjang belanja berwarna kuning kombinasi garis hijau, biru dan merah, serta sebuah botol racun.

Baca Juga: Badan Bela Negara FKPPI PD II Sumut Gelar Turnamen Mini Soccer U-15

Petugas juga menemukan muntahan di dekat korban.

Jenazah Tiorna selanjutnya dibawa dari Puskesmas Batu Anam ke RSUD dr Djasamen Saragih Pematangsiantar untuk menjalani visum et repertum.

Dari hasil pemeriksaan luar dan dalam, ditemukan cairan di lambung yang menyerupai warna dan cairan yang ditemukan di sekitar korban di tempat kejadian. Organ paru-paru kiri dan kanan juga mengalami kerusakan dan pendarahan.

Petugas mengambil sampel cairan lambung, urine, darah, kantong empedu, serta sebagian jaringan paru-paru untuk pemeriksaan laboratorium atau toksikologi.

Baca Juga: 2 Bendungan di Ujung Padang Rusak Dihantam Banjir, Ratusan Hektare Sawah Terancam

Dari pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain yang dapat menyebabkan kematian pada tubuh korban. Polisi menyebut penyebab kematian diduga kuat akibat intoksikasi atau keracunan.

“Jenazah sudah diserahkan ke keluarga,” tukas Hengky. (rel)

Editor : Editor Satu
tewas minum racun