SIANTAR, METRODAILY — GGHN (18), karyawan PT Kereta Api Indonesia (KAI), disambar kereta api (KA) pengangkut tangki minyak milik PT Pertamina di perlintasan Jalan Tambun Timur, Kelurahan Tambun Nabolon, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar, Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Warga Kelurahan Tanjung Tongah, Kecamatan Siantar Martoba, itu berada di sekitar lokasi untuk menjalankan tugas. Namun, saat KA melintas, posisinya disebut terlalu dekat dengan jalur rel.
Kapolsek Siantar Martoba Iptu Edy JJ Manalu mengatakan, berdasarkan keterangan saksi, KA pengangkut tangki minyak Pertamina awalnya bergerak dari arah Kota Pematangsiantar menuju Kota Medan.
Baca Juga: Dibeli Rp617 Miliar, Suzuki jadi Kiper Jepang Pertama di Premier League
Saat mengetahui KA akan melintas, GGHN yang bertugas di lokasi justru melakukan dokumentasi menggunakan telepon seluler untuk pelaporan tugas.
Posisinya yang terlalu dekat dengan perlintasan membuat tubuh GGHN tersambar bagian badan KA yang melaju. Benturan itu membuat korban terpental.
“Korban mengalami luka di bagian kepala dan telinga serta mengeluhkan sakit pada bagian dada,” kata Edy.
Baca Juga: Ruth Sahanaya Hadiahi Diri Sendiri EP “Merindu” di Usia 60 Tahun
Warga yang melihat kejadian langsung memberikan pertolongan. Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit (RS) Murni Teguh Horas Insani, Jalan Medan Km 2,5, Kecamatan Siantar Martoba, untuk mendapatkan perawatan medis.
Tak lama setelah menerima laporan, personel piket Polsek Siantar Martoba yang dipimpin Kanit Reskrim Ipda Leo A Tambunan bersama petugas piket Pamapta Polres Pematangsiantar mendatangi lokasi.
Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengecek kondisi korban di rumah sakit.
Baca Juga: Menang, SDN 091519 Hataran Jawa Berpeluang Lolos Babak 8 Besar Turnmen Sepakbola Tanah Jawa Cup
Edy mengatakan, korban dalam kondisi sadar. Namun, saat itu masih menunggu hasil pemeriksaan rontgen untuk memastikan kondisi akibat benturan.
“Korban sadar, namun masih menunggu hasil rontgen dari rumah sakit. Pihak keluarga tidak merasa keberatan atas kejadian yang dialami korban karena biaya pengobatan sudah ditanggung pihak PT KAI,” ujarnya.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga jarak aman dari jalur rel, terlebih ketika kereta api tengah mendekat. Kecepatan dan dimensi KA membuat ruang untuk menghindar menjadi sangat terbatas ketika seseorang berada terlalu dekat dengan lintasan. (rel)
Editor : Editor Satu