SIMALUNGUN,METRODAILY- Jusup Martua Sipakkar (55) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di pondok ladang jeruk di Dusun Payalulu, Nagori Purba Dolok, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Selasa (18/8/2026).
Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba mengatakan, setelah menerima laporan dari pemerintah desa melalui call center 110 Polda Sumut, pihak langsung merespon cepat.
Ia mengungkapkan, begitu menerima informasi dari Call Center 110, personel Polsek Purba langsung bergerak menuju lokasi kejadian.
"Kapolsek Purba IPTU B. Silalahi bersama anggota piket segera menuju TKP dan setelah tiba di lokasi, benar ditemukan seorang laki-laki dalam kondisi telah meninggal dunia," ucap AKP Verry Purba.
Baca Juga: Paskibra Simalungun Sukses Laksanakan Tugas, Bupati Anton Saragih Sampaikan Apresiasi
AKP Verry Purba menjelaskan, personel Polsek Purba kemudian menghubungi Tim Inafis Satreskrim Polres Simalungun serta pihak kesehatan dari Puskesmas Tigarunggu untuk melakukan pemeriksaan di lokasi.
"Setelah Tim Inafis tiba di TKP, dilakukan pengecekan secara menyeluruh, dilanjutkan pemeriksaan oleh tim kesehatan, serta pendataan terhadap sejumlah saksi yang mengetahui kejadian," ungkap AKP Verry Purba.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, korban diketahui terakhir dihubungi pada Minggu, 16 Agustus 2026 oleh pemilik ladang jeruk, Nerliana boru Haloho, namun ponsel korban tidak aktif. Kecurigaan itu membuat saksi Sarmulia Sitio diminta untuk mengecek kondisi korban ke gubuk ladang pada Selasa pagi.
"Saksi Sarmulia Sitio menemukan pintu gubuk terkunci dari dalam. Setelah berhasil membuka pintu dengan mengait engsel dari luar, ia mendapati korban dalam kondisi tersandar ke dinding dan diduga telah meninggal dunia," kata AKP Verry Purba.
Baca Juga: Cari Daun Pisang Bersama Ayah, Bocah 8 Tahun Hanyut di Simalungun
Ia menjelaskan, temuan tersebut kemudian dilaporkan berjenjang mulai dari perangkat Nagori Purba Dolok hingga akhirnya diteruskan ke Call Center 110.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan Tim Inafis di TKP, tidak ditemukan bekas pergumulan maupun tanda-tanda kekerasan. Lokasi kejadian juga masih dalam kondisi utuh, hanya terdapat barang-barang seperti obat-obatan tanaman dan peralatan berkebun," ujar AKP Verry Purba.
Ia menambahkan, dari keterangan warga sekitar, korban selama ini dikenal tidak memiliki masalah dengan siapa pun dan diketahui kerap mengeluhkan sakit perut, bahkan pernah dibawa berobat oleh keluarganya.
"Pemeriksaan luar oleh petugas medis Puskesmas Tigarunggu juga menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," ungkap AKP Verry Purba.
Baca Juga: Kejari Simalungun Musnahkan Barang Bukti 106 Perkara, Didominasi Kasus Narkoba
"Pihak keluarga korban menyatakan bahwa kematian tersebut murni disebabkan sakit yang diderita korban, dan keluarga meminta agar tidak dilakukan autopsi terhadap jenazah. Permintaan ini telah dituangkan dalam surat pernyataan resmi dari keluarga," pungkas AKP Verry Purba.
Ia menyampaikan, jenazah korban selanjutnya dibawa pulang oleh pihak keluarga ke Desa Garingging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, untuk dimakamkan.(res)