SIDIMPUAN, METRODAILY - Perempuan muda berinisial SM (32), ditemukan meninggal dunia di rumah sekaligus warung di Jalan Bukit Simarsayang, Kelurahan Losung Batu, Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru, Kota Padangsidimpuan, Minggu (9/8/2026).
Informasi penemuan korban diterima piket SPKT Polres Padangsidimpuan sekitar pukul 14.00 WIB setelah adanya laporan dari masyarakat mengenai seorang perempuan yang ditemukan meninggal di dalam sebuah rumah di kawasan Bukit Simarsayang.
Personel Polres Padangsidimpuan bersama personel Polsek Hutaimbaru kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Saat petugas tiba, korban telah diturunkan dari lokasi awal dan dipindahkan ke ruang tengah oleh sejumlah orang yang berada di lokasi.
Baca Juga: Tiga Kedai Tuak di Jalan Simarsayang Digerebek Polres Padangsidimpuan
Dari informasi dihimpun, korban SM diketahui kelahiran Sarulla, 10 Juni 1994. Korban berprofesi sebagai petani/pekebun dan tercatat berdomisili di Kelurahan Pargarutan, Kecamatan Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Dalam penanganan perkara tersebut, polisi melibatkan Kasat Reskrim Polres Padangsidimpuan AKP Hasiolan Naibaho, Paur Sub Bag Kerma Bag Ops IPDA Agus Salim Pane, Pamapta II Unit SPKT IPDA Bonna Manullang, Ps. Kaur Identifikasi AIPTU Fahrizal Sofyan Nasution, piket fungsi Polres Padangsidimpuan serta personel Polsek Hutaimbaru.
Berdasarkan keterangan saksi, korban masih sempat berkomunikasi dengan orang-orang di sekitar lokasi sekitar pukul 05.00 WIB. Saat itu, korban disebut menyampaikan keinginannya untuk sendiri dan tidak ingin diganggu.
Pemilik warung tempat korban bekerja, Nur Aidah, mengatakan korban baru sekitar empat hari bekerja di warung tersebut. Menurutnya, selama bekerja tidak terdapat persoalan yang diketahuinya.
Baca Juga: Kafe Bukit Simarsayang Makan Korban, Penjual Susu Dikeroyok Hingga Kritis
Sekitar pukul 05.30 WIB, korban disebut meminta izin untuk beristirahat di kamar belakang. Tidak lama kemudian, sekitar pukul 06.00 WIB, Nur Aidah mengaku sempat mendengar suara tangisan dari arah kamar korban.
Sementara itu, sekitar pukul 12.00 WIB, Okta Mariana sempat memanggil korban untuk membangunkannya. Namun, tidak mendapat jawaban dari dalam kamar. Okta kemudian meminta bantuan Roni Ariandi Jonkennedi Simamora untuk membangunkan korban.
Sekitar pukul 13.00 WIB, Roni bersama sejumlah saksi lainnya mendobrak pintu kamar. Mereka kemudian menemukan korban dalam kondisi telah meninggal dunia. Korban selanjutnya dipindahkan ke ruang tengah sebelum petugas kepolisian tiba di lokasi.
Dari hasil olah TKP, polisi menemukan sehelai kain sprei berwarna biru bermotif yang terikat pada kayu penyekat ruangan kamar. Polisi juga menemukan bekas air seni di lantai kamar.
Baca Juga: Pondok Terlarang Bukit Simarsayang Ditertibkan
Selain itu, petugas melakukan pengukuran terhadap posisi kain dan kayu tempat kain tersebut ditemukan. Kain sprei yang digunakan memiliki panjang sekitar 250 sentimeter, sedangkan tinggi tiang kayu tempat kain terikat sekitar 240 sentimeter.
Dalam pemeriksaan di lokasi, polisi turut mengamankan sejumlah barang sebagai barang bukti, yakni satu kain sprei berwarna biru bermotif, satu unit telepon seluler berwarna hitam, serta satu pasang sandal milik korban yang ditemukan di dalam kamar.
Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Kota Padangsidimpuan untuk menjalani pemeriksaan medis. Berdasarkan keterangan dokter, Dr. Rezky Pratiwi Daulay, hasil pemeriksaan visum menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Meski demikian, polisi tetap melakukan penanganan sesuai prosedur dan menyarankan pihak keluarga agar dilakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian secara lebih menyeluruh.
Baca Juga: Minum Tuak di Bukit Simarsayang, Motor Lenyap Dibawa Residivis
Pihak keluarga kemudian menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi dan bersedia membuat surat permohonan kepada Kapolres Padangsidimpuan serta surat pernyataan tidak keberatan atas kematian korban.
Selanjutnya, jenazah SM direncanakan dibawa oleh pihak keluarga ke rumah duka di wilayah Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Polisi masih melakukan pendalaman terhadap keterangan para saksi dan fakta-fakta yang ditemukan dalam pemeriksaan guna memastikan rangkaian peristiwa serta penyebab kematian korban.(Rif)
Editor : Metro-Esa