SIMALUNGUN, METRODAILY – Duka menyelimuti Dusun Panombean, Nagori Bah Sampuran, Kecamatan Jorlang Hataran, Kabupaten Simalungun.
Seorang bocah perempuan berusia empat tahun, Jeslin Constina Sinaga (JCS), meninggal dunia setelah tertimpa empat batang kayu broti yang terjatuh dari sebuah mobil pikap yang sedang menurunkan material bangunan.
Peristiwa tragis itu terjadi pada Senin (3/8) sekitar pukul 10.00 WIB di jalan desa menuju lokasi pemakaman dan kebun kelapa sawit milik warga.
Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang melalui Kasi Humas AKP Verry Purba mengatakan, sebelum kejadian korban berjalan kaki bersama neneknya, Erlina Siallagan (69), menuju area pemakaman.
Baca Juga: Buron 7 Bulan, Pembobol Gudang Oli Rp29 Juta di Simalungun Dibekuk
Saat melintas di samping sebuah mobil pikap Mitsubishi L300 warna hitam yang sedang membongkar material bangunan, satu ikat kayu broti berisi empat batang tiba-tiba terjatuh dari atas bak kendaraan dan menghantam kepala korban.
"Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Tentara di Kota Pematangsiantar untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun setelah diperiksa dokter, korban dinyatakan meninggal dunia," ujar Verry, Selasa (4/8).
Polisi Amankan Sopir dan Kernet
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, mobil pikap tersebut sedang menurunkan material bangunan berupa besi, papan, tripleks, semen, dan kayu broti di sekitar lokasi pemakaman.
Baca Juga: Abang-Adik Bobol Kios, Motor Curian Disembunyikan di Kebun Sawit
Polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama Tim Inafis Polres Simalungun.
"Giat identifikasi dilaksanakan bersama oleh Kanit Jatanras Polres Simalungun dan Kanit Reskrim Polsek Jorlang Hataran, didukung penuh oleh Tim Inafis Polres Simalungun," kata Verry.
Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit mobil pikap Mitsubishi L300 BK 8479 TV beserta kuncinya serta empat batang kayu broti yang diduga menjadi penyebab kematian korban.
Baca Juga: BMKG Bunyikan Alarm Cuaca Ekstrem di Sumut, Hujan Lebat Ancam Banjir
Tim juga menemukan sandal milik korban berjarak sekitar 30 sentimeter dari posisi kayu broti serta sebatang broti sepanjang empat meter yang berada sekitar tiga meter dari pohon di sekitar lokasi.
Untuk kepentingan penyelidikan, polisi turut mengamankan sopir berinisial BA (Bobby Ardiansyah) dan kernet HS (Hendro Supriadi) guna dimintai keterangan.
Selain itu, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi, di antaranya nenek korban Erlina Siallagan, ayah korban Gomgom Sahat Maruli Tua Sinaga, serta Mislan Silalahi yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Keluarga Tolak Otopsi
AKP Verry Purba mengatakan hingga kini pihak keluarga belum membuat laporan polisi dan belum memberikan izin dilakukannya otopsi maupun visum terhadap jenazah korban.
Baca Juga: Syahrini Rayakan Ultah 46 Bersama Baby R di Bali, Dekorasi Warna Pastel
"Keluarga masih melakukan musyawarah internal untuk menyikapi peristiwa ini. Kami menghormati keputusan keluarga sembari tetap memberikan pendampingan apabila diperlukan," ujarnya.
Meski demikian, penyelidikan tetap dilakukan untuk mengetahui secara pasti penyebab insiden yang merenggut nyawa bocah tersebut.
Polres Simalungun memastikan proses penyelidikan berjalan sesuai prosedur dan mengedepankan pendekatan humanis kepada keluarga korban.
"Kami turut berduka cita atas musibah yang menimpa keluarga korban. Situasi di lokasi kejadian saat ini dalam keadaan aman dan kondusif," pungkas Verry. (rel)
Editor : Editor Satu