LABUHANBATU, METRODAILY - Unit Reskrim Polsek Bilah Hilir berhasil mengamankan seorang pria yang diduga sebagai pengedar narkotika jenis sabu di Dusun Pekan Senah, Desa Perkebunan Senah, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Sabtu (18/7/2026).
Informasi diperoleh, terduga pelaku berinisial DSH alias Putra Senah (41), warga Dusun Pekan Senah, diamankan setelah polisi menerima informasi dari masyarakat mengenai aktivitas peredaran narkotika di lokasi tersebut.
Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya, melalui Kapolsek Bilah Hilir AKP Armen Faisal membenarkan penangkapan tersebut. Ia mengatakan, pengungkapan kasus berawal dari laporan masyarakat yang menyebut pelaku diduga kerap menjual sabu dari rumahnya.
"Berdasarkan informasi yang kami terima, pelaku diduga melayani pembeli melalui sebuah jendela tersembunyi di samping kamar rumahnya," ujar AKP Armen Faisal.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek memerintahkan Kanit Reskrim Polsek Bilah Hilir, Ipda Mistranius Purba, S.H., bersama tim untuk melakukan penyelidikan.
Baca Juga: Truk Sawit Terguling Timpa 10 Siswa SMPN 4 Bilah Hilir, 1 Meninggal Dunia
Sekitar pukul 09.20 WIB, tim melakukan penggerebekan dan berhasil mengamankan DSH di dalam kamar rumahnya. Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan sebuah dompet kecil yang berisi diduga narkotika jenis sabu serta satu unit timbangan digital.
Dalam pemeriksaan awal, pelaku mengakui barang tersebut adalah miliknya. Ia juga mengaku memperoleh sabu dari seseorang berinisial IPL, warga Ajamu, Kecamatan Panai Hulu.
Dari penangkapan itu, polisi menyita barang bukti berupa, lima bungkus plastik klip ukuran besar berisi diduga sabu dengan berat bruto 30,81 gram, satu unit timbangan digital dan sejumlah barang bukti lainnya.
Baca Juga: Yayasan Kumle Jaya Bermartabat dan SPPG Negeri Baru Percantik Sekolah di Bilah Hilir
Saat ini, pelaku beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolsek Bilah Hilir untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
"Kami masih melakukan pengembangan guna mengungkap asal-usul narkotika tersebut serta kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat," tutup AKP Armen Faisal. (Bud)
Editor : Metro-Esa