SIBOLGA, MMETRODAILY- Lima pelaku penganiayaan yang menyebabkan seorang pria bernama Arjuna Tamaraya (21) tewas saat tengah tidur di Masjid Agung Sibolga, Sumatera Utara (Sumut), telah menjalani sidang tuntutan. Terbaru, satu pelaku bernama Chandra Lubis (38) dituntut 1,5 tahun penjara.
"Menuntut menjatuhkan pidana oleh karena itu dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan dikurangi masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani," isi tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) seperti dikutip dari laman SIPP Pengadilan Negeri Sibolga, Selasa (23/6/2026).
Dalam tuntutannya, JPU menilai terdakwa Chandra Lubis ikut melakukan penganiayaan kepada korban sebagaimana dalam Pasal 262 Ayat 4 KUHPidana yang tercantum dalam dakwaan subsidair.
Sebelumnya, JPU juga sudah menuntut empat terdakwa lainnya dengan tuntutan 10 tahun penjara. Adapun empat terdakwa lainnya itu, yakni Rismansyah Efendi Caniago (30), Zulham Piliang (57), Hasan Basri (46) dan Syazwan Situmorang (40).
Berkas para terdakwa ini dilakukan secara terpisah. Namun, pembacaan tuntutan untuk empat terdakwa dilakukan bersamaan pada Rabu (20/5). Sementara sidang tuntutan terdakwa Chandra dilakukan pada, Kamis (18/6).
"Menuntut supaya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sibolga yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan, menjatuhkan pidana kepada terdakwa I Zulham Piliang alias Ajo dan terdakwa II Hasan Basri Alias Kompil oleh karena itu dengan pidana penjara masing-masing selama 10 tahun dikurangi masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani," demikian isi tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) untuk kedua terdakwa, seperti dikutip, Jumat (29/5).
Tuntutan yang sama juga disampaikan JPU untuk dua terdakwa lainnya. Dalam tuntutannya, JPU menilai terdakwa terbukti melakukan kekerasan secara bersama-sama di depan umum hingga mengakibatkan korban meninggal dunia. Para terdakwa dinilai melanggar Pasal 262 Ayat (4) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 KUHPidana sebagaimana dalam dakwaan kedua.
Dalam dakwaan kedua untuk terdakwa Zulham dan Hasan Basri dijelaskan bahwa peristiwa itu terjadi pada Jumat, 31 Oktober 2025 sekira pukul 03.30 WIB. Kejadian berawal sekira pukul 01.30 WIB, saat terdakwa Zulham hendak menutup jualan satenya dan bersiap-siap untuk pulang.
Lalu, korban Arjuna datang dan duduk di tempat jualan Zulham. Saat korban datang, Zulham sedang duduk bersama terdakwa Hasan Basri di tempat jualan pelaku itu
Terdakwa Hasan Basri kemudian mendatangi Zulham dan menanyakan soal rencana korban yang hendak tidur di masjid. Terdakwa Zulham pun tidak memperbolehkannya. Namun, belakangan Zulham menyerahkannya kepada Hasan Basri karena Hasan lah yang sering tidur di masjid.
"Selanjutnya, korban Arjuna Tamaraya tiba-tiba pergi saja meninggalkan tempat tersebut, dan pergi ke masjid untuk tidur," isi dakwaan JPU.
Selang 30 menit, kedua terdakwa menuju masjid dan melihat korban sedang tidur di teras masjid. Hasan pun menyuruh korban untuk pergi dari masjid itu.
Namun, saat itu, korban enggan untuk pergi. Alhasil, pelaku Hasan menyuruh Zulham untuk memanggil pelaku lainnya dengan dalih bahwa korban hendak mencuri kotak amal di masjid itu.
Zulham pun memanggil pelaku Syazwan, Rismansyah dan Chandra. Zulham mengajak para pelaku dengan menyebutkan bahwa korban hendak mencuri kotak amal.
Setibanya di masjid itu, pelaku Syazwan langsung menendang korban dan pelaku Chandra menarik jaket korban. Namun, saat itu, korban tak kunjung bangun. Alhasil, pelaku Syazwan mengangkat korban dan mendudukkannya.
Setelah korban duduk, pelaku Zulham menampar korban sambil mengatakan bahwa pihaknya telah melarang korban masuk ke masjid itu, tetapi korban tetap masuk. Korban ditendang dan dipukuli oleh para pelaku berulang kali. Bahkan, mereka juga menginjak perut dan kepala korban hingga pingsan.
Usai korban pingsan, pelaku Syazwan menyeret korban Arjuna keluar dari Masjid Agung tersebut ke pinggir Jalan Diponegoro. Di luar masjid, pelaku Syazwan mengikat leher korban dengan kabel bersama terdakwa Zulham. Para terdakwa juga melemparkan sebuah kelapa ke kepala korban. Usai penganiayaan itu korban sempat duduk sebelum akhirnya telentang di jalan.
Meski begitu penganiayaan terus berlangsung hingga korban pingsan dan sadar lalu dianiaya kembali hingga korban meninggal dunia. Penganiayan itu pun terekam CCTV dan viral di media sosial. (dtc)
Editor : Leo Sihotang