Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

311 Kios Pasar Dwikora Siantar Hangus Terbakar, Kerugian Rp3,6 Miliar

Editor Satu • Jumat, 19 Juni 2026 | 09:15 WIB
Kapolres Pematangsiantar di lokasi kebakaran Pasar Dwikora, Pematangsiantar, Kamis (18/6). Sedikitnya 311 kios hangus terbakar dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp3,6 miliar
Kapolres Pematangsiantar di lokasi kebakaran Pasar Dwikora, Pematangsiantar, Kamis (18/6). Sedikitnya 311 kios hangus terbakar dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp3,6 miliar

SIANTAR, METRODAILY – Kebakaran hebat yang melanda Pasar Dwikora atau Pasar Parluasan di Jalan TB Simatupang dan Jalan Mufakat, Kelurahan Sukadame, Kecamatan Siantar Utara, Kamis (18/6) dini hari, tidak hanya menghanguskan ratusan kios, tetapi juga memukul perekonomian ratusan pedagang yang menggantungkan hidup di pusat perdagangan tersebut.

Sedikitnya 311 kios ludes dilalap api dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 03.05 WIB. Kerugian material akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp3,6 miliar.

Ratusan kios yang terbakar merupakan tempat usaha pedagang sembako, kain, pakaian, hingga berbagai kebutuhan rumah tangga. Dalam beberapa jam saja, barang dagangan yang selama bertahun-tahun menjadi sumber nafkah para pedagang berubah menjadi puing dan abu.

Pasar Dwikora yang berada di bawah pengelolaan PD Pasar Horas Jaya merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi terbesar di Kota Pematangsiantar dengan total 2.125 kios aktif.

Salah seorang pedagang sembako, Boru Garingging, mengaku mengetahui kabar kebakaran dari tetangganya sekitar pukul 05.00 WIB. Ia langsung bergegas menuju pasar, namun seluruh isi kiosnya sudah tidak dapat diselamatkan.

“Pagi-pagi saya dibangunkan tetangga. Katanya pajak terbakar. Saya langsung berangkat, tapi begitu sampai, semuanya sudah habis,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Ia mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah karena stok dagangan dan perlengkapan usaha miliknya habis terbakar.

“Kalau kerugian saya ratusan juta rupiah. Sekarang kami hanya bisa membersihkan sisa-sisanya dulu. Nanti baru berusaha bangkit kembali. Dulu saat kebakaran sebelumnya, kami juga membangun kembali dengan kemampuan sendiri,” katanya.

Di tengah ketidakpastian pascakebakaran, Boru Garingging berharap Pemerintah Kota Pematangsiantar dapat memberikan bantuan kepada para pedagang yang kehilangan mata pencaharian.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah untuk membantu kebutuhan kami sementara waktu,” ujarnya.

Direktur Utama PD Pasar Horas Jaya, Bolmen Silalahi, mengatakan langkah penanganan pascakebakaran saat ini masih difokuskan pada pendataan kios terdampak dan pembersihan area pasar.

Menurutnya, rencana pembangunan kembali kios yang terbakar akan dibahas bersama Pemerintah Kota Pematangsiantar.

“Untuk pembangunan kembali, nantinya akan dirapatkan terlebih dahulu bersama Pemerintah Kota Pematangsiantar,” kata Bolmen.

Sementara itu, Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi turun langsung meninjau lokasi kebakaran sekitar pukul 06.00 WIB. Didampingi sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Wesly menyapa dan mendengarkan keluhan para pedagang yang terdampak.

Sebanyak enam unit mobil pemadam kebakaran milik Pemko Pematangsiantar dan dua unit mobil pemadam kebakaran milik PT STTC dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api. Setelah berjibaku selama beberapa jam, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 08.15 WIB.

Wesly meminta para pedagang tetap bersabar menghadapi musibah tersebut dan memastikan pemerintah akan memberikan perhatian terhadap nasib para korban kebakaran.

“Kita akan memperhatikan nasib para pedagang. Ini musibah yang tidak kita inginkan,” katanya.

Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Sementara para pedagang mulai membersihkan sisa-sisa kebakaran sambil menunggu kepastian terkait relokasi maupun pembangunan kembali kios yang hangus terbakar.

Bagi sebagian besar pedagang, kebakaran ini bukan hanya kehilangan bangunan dan barang dagangan, tetapi juga hilangnya sumber penghasilan yang selama ini menopang kebutuhan keluarga mereka. (Rel)

Editor : Editor Satu
#pajak parluasan terbakar #Pasar Dwikora Pematangsiantar