SIANTAR, METRODAILY – Aksi perampokan nekat terjadi di salah satu toko emas di Lantai II Gedung II Pasar Horas, Kota Pematangsiantar, Rabu (3/6/2026) siang. Pelaku yang berpura-pura menjadi calon pembeli berhasil membawa kabur perhiasan emas dengan kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.39 WIB dan terekam jelas kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di lokasi kejadian.
Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku merupakan seorang pria yang mengenakan masker hitam, kemeja kotak-kotak berwarna gelap, serta kaos biru di bagian dalam. Sebelum melancarkan aksinya, pelaku sempat berpura-pura menanyakan harga perhiasan emas kepada pegawai Toko Emas MH Siregar.
Tak hanya itu, pelaku juga terlihat mengambil foto beberapa perhiasan yang ditunjukkan pegawai toko. Namun saat lengah, pelaku tiba-tiba membawa kabur emas tersebut dan melarikan diri dari lokasi.
Aksi pelaku langsung diketahui pegawai toko yang kemudian berteriak meminta pertolongan sambil meneriakkan kata “maling”.
Koordinator Ketertiban dan Keamanan (Trantib) PD Pasar Horas Jaya, Josep P. Saragih, mengatakan pihaknya segera berkoordinasi dengan petugas Pos Polisi Pasar Horas untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku.
“Kejadiannya di lantai dua Gedung II Pasar Horas. Kami sudah berkoordinasi dengan Kepala Pos Polisi Pasar Horas untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku yang berjumlah satu orang,” ujar Josep.
Menurutnya, identitas pelaku masih dalam penyelidikan. Namun, rekaman CCTV dinilai sangat membantu karena wajah pelaku terekam cukup jelas.
Pemilik toko emas juga telah melaporkan kejadian tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Pematangsiantar.
“Pemilik toko sedang membuat laporan resmi ke Polres Pematangsiantar. Kerugian yang dilaporkan sekitar Rp100 juta. Pelaku masih dalam pencarian dan wajahnya terlihat cukup jelas dari rekaman CCTV,” katanya.
Saat ini aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan dan memburu pelaku berdasarkan petunjuk dari rekaman kamera pengawas serta keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian. (rel)
Editor : Editor Satu