Tragis! Niat Cari Kerja di Kafe, Wanita Asal Padangsidimpuan Ditemukan Meninggal

Editor Satu • Dipublikasikan Rabu, 1 April 2026 | 14:35 WIB
Jenazah wanita berinisial FAL (42) ditemukan di area belakang sebuah kafe di Kelurahan Binasi, Kecamatan Sorkam Barat, Tapanuli Tengah.
Jenazah wanita berinisial FAL (42) ditemukan di area belakang sebuah kafe di Kelurahan Binasi, Kecamatan Sorkam Barat, Tapanuli Tengah.

TAPTENG, METRODAILY – Seorang wanita paruh baya berinisial FAL (42) ditemukan meninggal dunia di sebuah kafe di Kelurahan Binasi, Kecamatan Sorkam Barat, Kabupaten Tapanuli Tengah, Minggu (29/3/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.

Korban yang merupakan warga Kota Padang Sidempuan itu diketahui baru beberapa hari berada di lokasi dengan tujuan mencari pekerjaan sebagai pelayan kafe.

Namun, ia ditemukan tidak sadarkan diri di bagian belakang kafe sebelum dinyatakan meninggal dunia.

Baca Juga: Polres Tapteng Turun Tangan! 120 KK Korban Banjir-Longsor Terima Bantuan

Mendapat laporan dari pemilik kafe, Jamres Hutauruk, personel Polsek Sorkam bersama Polres Tapanuli Tengah langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal.

Petugas kemudian berkoordinasi dengan Tim Inafis Satreskrim serta tenaga medis dari Puskesmas Sorkam Barat untuk melakukan identifikasi dan pemeriksaan awal.

Kapolres Tapteng, AKBP Muhammad Alan Haikel, memastikan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) tidak menemukan indikasi kekerasan pada tubuh korban.

“Dari hasil pemeriksaan dan visum luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” demikian keterangan resmi kepolisian.

Baca Juga: Sidak DPRD Bongkar Bantuan Bencana, Warga Tapteng Tagih Transparansi Susu Beruang

Di lokasi kejadian, petugas menemukan sejumlah barang pribadi milik korban seperti ponsel dan kartu identitas, serta sisa minuman. Selain itu, terdapat bekas muntahan di area belakang kafe yang diduga berkaitan dengan kondisi korban sebelum meninggal.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit lambung akut dan gangguan pernapasan yang telah diderita selama sekitar 10 tahun.

Ibunda korban, Imahari Siregar, juga mengungkapkan kondisi korban sempat menurun akibat tekanan psikologis terkait masalah rumah tangga.

Baca Juga: Pedagang Dipungut Retribusi di Area Terlarang, DLH Samosir Disorot Publik

Bahkan, korban disebut baru saja mengalami keguguran sebelum berangkat ke Tapteng pada 24 Maret 2026 untuk mencari pekerjaan.

Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi setelah memastikan tidak ada kejanggalan pada tubuh korban.

Polisi turut membantu proses pemulangan jenazah ke rumah duka di Padang Sidempuan, mengingat keterbatasan biaya dari pihak keluarga.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kondisi kesehatan, terutama bagi masyarakat yang melakukan perjalanan jauh untuk bekerja di luar daerah. (net)

Editor : Editor Satu
wanita meninggal