SIDIMPUAN, METRODAILY – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pemantau Uang Rakyat (Gempur) Tabagsel menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Jalan Kenanga, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Selasa (18/11).
Aksi ini menyoroti dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi di lingkungan Kemenag Tapsel, meski kantor tersebut memasang spanduk besar bertuliskan “Anda Memasuki Wilayah Bebas Korupsi”.
Koordinator aksi, Alpin Praja Tanjung, menegaskan bahwa slogan bebas korupsi yang dipajang tidak mencerminkan kondisi sebenarnya. Menurutnya, spanduk itu hanya sebagai pajangan.
Baca Juga: Hari Ini Topan Ginting Jalani Sidang Perdana Dugaan Suap Proyek Jalan Rp231 Miliar
“Fakta di lapangan, kami menemukan pungli pembuatan ID Card serta dugaan korupsi pengadaan buku untuk madrasah tsanawiyah dan sekolah-sekolah lain di bawah Kemenag Tapsel,” kata Alpin dalam orasinya.
Dalam aksi itu, Gempur membacakan empat tuntutan utama, antara lain:
-
Meminta Kakanwil Sumatera Utara mencopot Kakan Kemenag Tapsel yang diduga terlibat pungli.
-
Meminta pencopotan Kakan Kemenag Tapsel terkait dugaan korupsi pengadaan buku tahun 2025.
-
Meminta Kapolres Tapanuli Selatan melalui Kanit Tipikor untuk memanggil dan memeriksa Kakan Kemenag terkait dugaan pungli dan korupsi.
-
Meminta pencopotan Kakan Kemenag Tapsel yang diduga tidak patuh pada Zona Integritas Bebas dari Korupsi.
Baca Juga: Korban Memaafkan, Tersangka Penggelapan di Tanjungbalai Bebas Lewat Restorative Justice
Menanggapi aksi tersebut, Staf Tata Usaha (TU) Kemenag Tapsel, Agus Pratama Siregar, menyatakan Kakan Kemenag sedang tidak berada di kantor karena sedang dinas luar. Namun, saat diminta menunjukkan Surat Perintah Tugas (SPT), Agus memilih diam dan tidak memberikan jawaban.
Aksi Gempur berlangsung tertib dan damai. Massa menegaskan akan terus menggelar aksi serupa hingga tuntutan mereka dipenuhi. (rel/irs)
Editor : Editor Satu