SAMOSIR, METRODAILY – Suasana mencekam melanda Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Sabtu (11/10/2025) dini hari.
Pasalnya, razia besar-besaran dilakukan tengah malam usai tewasnya Army Siregar (27), warga asal Pasaman, Sumatera Barat, yang sebelumnya dinyatakan meninggal dunia di dalam lapas secara misterius.
Razia digelar sekitar pukul 00.00 WIB dengan menyisir enam kamar hunian yang dihuni sekitar 110 narapidana. Petugas gabungan dari Lapas, Polri, dan TNI memeriksa satu per satu barang bawaan penghuni dan menyita sejumlah benda yang dinilai melanggar aturan.
Baca Juga: Jaringan Sabu Asal Siantar Dibongkar di Simalungun, Dua Pengedar Diciduk
Pihak Lapas Pangururan menyebut razia ini merupakan bagian dari kegiatan serentak seluruh Indonesia atas instruksi pimpinan tinggi pemasyarakatan.
Namun, langkah tersebut dinilai sejumlah pihak sebagai respons cepat atau tindakan reaktif menyusul tewasnya Army Siregar pada Senin (6/10/2025) yang hingga kini masih menyisakan misteri.
Kematian Army Siregar disebut akibat pengeroyokan antarwarga binaan, namun keterangan pihak Lapas dan rumah sakit justru berbeda versi.
Baca Juga: Atlet Tarung Derajat Simalungun Ramadhan Fitra Siap Berlaga di PON Beladiri 2025
Versi Lapas dan Rumah Sakit Berbeda
Sebelumnya, Kalapas Pangururan Jeremia Sinuraya menyampaikan bahwa perkelahian antarwarga binaan sempat diredam petugas, namun kembali pecah pada pagi hari.
“Korban masih hidup saat dibawa ke RSUD Hadrianus Sinaga untuk mendapat pertolongan, namun meninggal dunia di rumah sakit,” ujar Jeremia kepada wartawan.
Namun, pernyataan itu dibantah oleh Direktur RSUD Hadrianus Sinaga, dr. Iwan Hartono Sialoho, yang menegaskan korban sudah meninggal dunia saat tiba di rumah sakit.
“Korban datang sudah dalam keadaan meninggal. Ada luka di leher, kepala, dan lutut. Untuk penyebab pastinya menunggu hasil otopsi,” jelas dr. Iwan.
Baca Juga: Polres Tanjungbalai Intensifkan Pengamanan Gereja Saat Ibadah Minggu
Hingga berita ini dikirim ke redaksi, Kalapas Jeremia Sinuraya belum memberikan tanggapan meski sudah dihubungi melalui pesan WhatsApp.
Sementara itu, Kasubsi Kamtib Lapas Pangururan Mitra Tarigan hanya menjawab singkat, “Ditunggu aja ya, Bang. Mungkin beliau sedang istirahat.”
Pihak keluarga korban menuntut agar penyebab kematian diungkap secara transparan, sebab hingga kini belum ada kepastian siapa pelaku pengeroyokan.
Kasat Reskrim Polres Samosir, AKP Edward Sidauruk, menyebut penyelidikan masih berlanjut.
“Jenazah korban sudah dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk otopsi. Setelahnya diserahkan ke keluarga di kampung halaman. Untuk pelaku masih kami dalami,” ujarnya.
Baca Juga: Di Akhir Masa Tugas, AKP Nelson Silalahi Bagikan Sembako kepada Warga Labura
Dari hasil razia dini hari itu, petugas berhasil menyita beberapa barang terlarang yang diduga berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.
Sumber internal menyebut, razia dilakukan dengan pengamanan ketat untuk mengantisipasi potensi kericuhan lanjutan di dalam lapas.
Meski demikian, belum ada keterangan resmi dari pihak Lapas Pangururan mengenai hasil detail barang yang disita maupun tindak lanjut terhadap napi yang diduga terlibat dalam insiden pengeroyokan. (net)
Editor : Editor Satu