Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Nyanyian di Warung Tuak Tewaskan Ricardo Sihotang

Metro Daily • Selasa, 15 November 2022 | 11:56 WIB
Lokasi pembunuhan Ricardo Sihotang di Jalan Bahbirong Ujung Gang Catering Sirait Kelurahan Sigulang-gulang Kecamatan Siantar Utara Kota Pematang Siantar.
Lokasi pembunuhan Ricardo Sihotang di Jalan Bahbirong Ujung Gang Catering Sirait Kelurahan Sigulang-gulang Kecamatan Siantar Utara Kota Pematang Siantar.
SIANTAR, METRODAILY - Merasa tidak senang dengan lagu yang dinyanyikan Ricardo Sihotang (37), Benni N Sitanggang emosi dan gelap mata. Pria itu tega menikam Ricardo hingga menyebabkan rekan satu warung tuaknya tewas bersimbah darah.

Peristiwa berdarah itu terjadi di warung tuak milik Ribut Situmorang (51) di Jalan Bahbirong Ujung Gang Catering Sirait Kelurahan Sigulang-gulang Kecamatan Siantar Utara Kota Pematang Siantar, Minggu (13/11/2022) malam.

Kapolres Pematang Siantar AKBP Fernando, Senin (14/11) menerangkan, korban dan pelaku, dan saksi telah berada di warung tuak milik Ribut Situmorang (Pak Wenri) sejak Minggu siang, atau sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, Ricardo duduk di meja bagian tengah. Ia menikmati tuak sambil bernyanyi karaoke.

Sementara Benni, duduk di meja sebelah kanan korban. Ia minum tuak sambil bermain handphone. Sedangkan toke Benni, yakni Kliwon Sirait (41) yang merupakan pemilik usaha Kliwon Catering, berada di meja bagian depan, tepatnya di depan meja korban. Ia tidur-tiduran di bangku warung.

Sekitar pukul 16.00 WIB, Ricardo yang masih terus berkaraoke mengatakan, ia hendak menyanyikan satu lagu yang menyindir marga Sirait.

Lalu Kliwon Sirait bertanya, “Kenapa kayak gitu?"
Namun Ricardo yang merupakan warga Jalan Sikkanauli Kelurahan Bane Kecamatan Siantar Utara Kota Pematang Siantar tetap saja menyanyikan lagu tersebut.

Saat itu, tidak ada terjadi apa-apa. Kliwon yang bermarga Sirait pun tetap tenang dan terus tidur-tiduran. Begitu juga Benni. Ia melanjutkan minum tuak.

Malamnya, sekira pukul 19.30 WIB, Ricardo keluar dari warung tuak dan menuju rumahnya. Saat itulah Benni ikut keluar dan membuntuti Ricardo.

Sekitar dua meter dari pintu depan warung tuak, Benni menikam dada Ricardo menggunakan sebilah pisau. Kemudian menusuk mata korban sebelah kiri, dan menusuk paha kiri. Mendapat serangan tiba-tiba, Ricardo langsung tersungkur ke tanah dan bersimbah darah

Tak lama, pemilik warung tuak, Ribut Situmorang datang.

“Kenapa kau tikam dia?” tanya Ribut kepada Benni.

"Diejek tulangku/tokeku,” jawab Benni.

Kemudian Benni langsung melarikan diri dan warga membawa Ricardo ke Rumah Sakit Vita Insani. Namun nyawa Ricardo tidak tertolong lagi. Ia meninggal dunia.

Menurut Kapolres Pematang Siantar AKBP Fernando, pelaku dikenakan Pasal 338 subsider Pasal 351 Ayat 3 KUHPidana. (rel) Editor : Metro Daily
#penikaman di warung tuak