Satu unit sepeda motor jenis Honda Beat dan 15 pasang sandal dibawa kabur pelaku yang berjumlah sekitar 6 orang mengarah ke Kisaran Kabupaten Asahan.
Sebelum kejadian, Suryadi sedang menyusun barang dagangannya usai mengisi BBM di SPBU Jalinsum Palia. Saat sedang merapikan daganganya seorang lelaki berbadan tegap mendatanginya seraya bertanya 'Kau orang mana?'. Suryadi menjawa 'Saya orang sini'.
Namun pria itu kemudian mempertanyakan lagi, kenapa plat nomor kendaraannya plat Medan. Dijelaskannya bahwa kendaraan itu milik kakaknya di Medan dan digunakan berjualan di tempatnya di Aek Natas.
Menurut Suryadi, dirinya kemudian dipaksa naik ke mobil dan menyerahkan sepedamotornya. Namun ditolaknya. Posisinya saat itu masih di Komplek SPBU. Kondisi saat itu di lokasi sangat sepi. Ia kemudian berusaha meminta pertolongan kepada pedagang buah yang berada di seberang SPBU dan namun mereka tetap mengikutinya.
"Pak tolong saya pak saya ngak tau entah kenapa mereka ini," kata Suryadi kepada pedagang, namun tidak ada yang berani menolong sampai dirinya dipiting salah satu pria dan dipaksa dibawa ke dalam mobil Avanza yang mereka tumpangi.
Sementar salah satu merampas kunci Sepedamotor serta membawa barang dagangan ikut masuk ke dalam mobil. Sementara sepedamotornya dibawa salah satu pelaku.
Di dalam mobil, dirinya dibawa menuju Aek Kanopan dan diturunkan sebelum Aek Kanopan, tepatnya di depan SMAN Kualuh Hulu, Jalinsum Membang Muda, Labura. Namun sekitar 15 pasang sendalnya diambil oleh mereka.
Ada enam pria bermasker di dalam mobil.
Setelah kejadian itu, korban kemudian membuat laporan dan berharap para pelaku segera ditangkap.
Kejadian tersebut ternyata berhasil terekam CCTP SPBU.
Kapolsek Kualuh Hulu AKP Is Gunarko membenarkan adanya laporan tersebut dan masih dalam lidik.
"Kita lakukan Lidik,"Gunarko.(st) Editor : Metro-Esa