ASAHAN, METRODAILY – Dosen Teknik Sipil Universitas Asahan (UNA), Ir Muhammad Irwansyah ST MT, berhasil mengembangkan teknologi paving block berbahan dasar abu kerak boiler (AKB), limbah industri dari Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Inovasi ini diharapkan menjadi solusi pengelolaan limbah industri sekaligus alternatif pengganti pasir alam dalam material bangunan. Irwansyah memanfaatkan AKB hasil pembakaran dari PKS PTPN 3 Sei Silau, Kabupaten Asahan, yang memiliki karakteristik fisik mirip pasir.
“Jika dimanfaatkan dengan tepat, limbah ini bisa menjadi bahan konstruksi alternatif yang tidak hanya ekonomis tetapi juga ramah lingkungan,” ujar Irwansyah saat ditemui di Laboratorium Teknik Sipil UNA.
Baca Juga: Koperasi Merah Putih Resmi Dibentuk di Nagori Mekar Mulia
Dalam penelitian, paving block dibuat dari campuran AKB, pasir sungai dari Desa Tanjung Alam, semen Portland tipe I, dan agregat hasil penggilingan. Komposisi campuran bervariasi, dengan penggantian pasir alami menggunakan AKB sebesar 25%, 60%, 75%, hingga 100%.
Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa paving block dengan campuran 25% AKB memiliki kekuatan tekan dan daya tahan yang memenuhi standar nasional berdasarkan SNI 03-0691-1996. Komposisi optimum tercatat memiliki porositas 2,7%, kepadatan 1.880,96 kg/m³, penyerapan air 3,67%, dan kekuatan tekan 8,9 MPa.
Irwansyah menjelaskan, pada kadar tertentu, AKB berperan sebagai filler yang meningkatkan kepadatan dan kekuatan paving block.
Baca Juga: Jennifer Coppen Kembali ke Jakarta, Nonton Timnas hingga Urus Kerjaan
Penelitian juga dilengkapi analisis lanjutan, seperti X-Ray Diffraction (XRD), Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), dan Scanning Electron Microscope (SEM), yang menunjukkan kandungan silika dan alumina aktif dalam AKB, serta pembentukan senyawa pengikat C-S-H (Calcium Silicate Hydrate).
Dekan Fakultas Teknik UNA, Amir Hamzah ST MT, mengapresiasi temuan tersebut. Ia menyebut inovasi ini sebagai bukti integrasi antara riset akademik dan kebutuhan praktis di lapangan.
“Penelitian ini menjawab dua tantangan sekaligus: pengelolaan limbah industri dan pelestarian sumber daya alam,” kata Amir.
Baca Juga: Ariel Tatum Kesal Lihat Kelakuan Asih di Film La Tahzan
Ia menegaskan Fakultas Teknik siap mendorong hilirisasi riset melalui kerja sama dengan pemerintah, industri, dan pelaku UMKM. Hal senada disampaikan Rektor UNA, Dr Mangaraja Manurung. Ia menilai penggunaan limbah industri sebagai bahan bangunan merupakan kontribusi konkret universitas dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Ini sejalan dengan visi kampus menjawab tantangan global melalui solusi lokal,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari Ketua Pengurus Yayasan UNA, Drs Mapilindo MPd. Ia menilai keberhasilan ini membuktikan kapasitas perguruan tinggi swasta dalam menghasilkan riset yang aplikatif.
Baca Juga: Olla Ramlan Hadiri Nikahan Luna Maya Bareng Mantan Pacar Bule
“Inovasi ini menjawab tantangan eksploitasi sumber daya alam sekaligus mengelola limbah industri. Ini model pengembangan teknologi lokal yang berkelanjutan,” katanya.
Ia memastikan yayasan akan terus mendukung pengembangan riset serupa, termasuk pendanaan, sarana penelitian, dan fasilitasi kemitraan. Temuan paving block berbasis AKB ini diharapkan dapat segera diterapkan secara luas dalam pembangunan infrastruktur daerah. (rel)
Editor : Editor Satu