Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Rumah Belajar Hutaraja Siapkan Anak Kampung Menjadi Tuan Rumah Wisata Dunia

Editor Satu • Selasa, 22 April 2025 | 12:10 WIB

Damayanti bersama murid-murid menyambut tamu asing yang datang ke Rumah Belajar Hutaraja yang tadinya di Galeri belakangan pindah ke Ruma Genteng.
Damayanti bersama murid-murid menyambut tamu asing yang datang ke Rumah Belajar Hutaraja yang tadinya di Galeri belakangan pindah ke Ruma Genteng.
Kalau kamu berkunjung ke Samosir dan mendengar celoteh anak-anak menyapa turis dengan “Hello, how are you?”, bisa jadi, itu buah dari kerja senyap seorang perempuan yang memilih berbagi lewat kelas kecil di ujung Danau Toba.

_____________

Di sebuah kampung kecil di tepi Danau Toba, suara anak-anak melafalkan kosakata bahasa Inggris menggema di sore hari. Tempatnya sederhana, bukan gedung sekolah resmi, namun semangat belajar yang menyala di dalamnya tak kalah dengan ruang kelas manapun.

Inilah Rumah Belajar Hutaraja, yang berdiri di Kampung Ulos Hutaraja, Samosir—sebuah ruang belajar yang tumbuh dari hobi, kepedulian, dan mimpi besar seorang perempuan bernama Damayanti Sinaga.

Baca Juga: Kerusakan Irigasi Ancam 400 Hektare Lahan Pertanian, Wali Kota Psp Lapor ke Gubernur Sumut

Damayanti bukan guru profesional, tetapi ia punya dua modal utama: semangat dan niat tulus berbagi. Awalnya, ia hanya ingin menyalurkan kecintaannya pada bahasa Inggris dan rasa gemasnya melihat anak-anak sekitar yang kurang mendapatkan akses pendidikan memadai.

Namun di balik itu, ada satu cita-cita besar: mempercepat kemampuan masyarakat lokal dalam menyambut pariwisata global.

“Kampung Ulos ini kampung wisata. Turis mancanegara datang silih berganti. Tapi kalau anak-anak sini tak bisa menyapa dengan bahasa mereka, bagaimana mereka bisa ikut ambil peran?” ungkap Damayanti.

Baca Juga: Pemko Padangsidimpuan Ajukan Usulan Sekolah Rakyat ke Kemensos

Belajar untuk Melayani Dunia

Sejak Agustus 2023, Rumah Belajar Hutaraja membuka kelas bahasa Inggris secara gratis bagi anak-anak SD di sekitar Kampung Ulos Hutaraja, serta dari sekolah-sekolah seperti SDN 10 dan SD 22 Lumban Suhi-Suhi.

Dalam waktu singkat, jumlah muridnya tumbuh menjadi sekitar 30 anak, termasuk beberapa siswa SMP.

Jadwalnya padat namun fleksibel: setiap Senin hingga Rabu, dari pukul 15.00 hingga 18.00 WIB. Materi disusun berdasarkan kebutuhan percakapan sehari-hari—praktis dan relevan.

Baca Juga: Wali Kota Psp dan Kalapas Perkuat Sinergi untuk Pembinaan Masyarakat Binaan

Jika temanya tentang rumah, maka semua kosakata tentang benda-benda di rumah akan dipelajari dan dihafalkan. Tak cukup hanya tahu arti, anak-anak juga diminta menyusun kalimat dan melafalkannya dengan lantang, demi melatih kepercayaan diri dan pengucapan yang benar.

Di balik metode sederhana ini, ada satu tujuan besar: menyiapkan anak-anak menjadi generasi yang siap menjadi tuan rumah bagi wisatawan dunia.

Tantangan Tak Kecil

Memasuki bulan ketujuh, yaitu Februari 2024, Damayanti mulai menarik biaya les sebesar Rp50 ribu per anak per bulan. Bukan karena ingin mencari untung, melainkan untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab dan menghargai ilmu.

Baca Juga: Menyamar Jadi Tentara, Pria Todongkan Senpi Rakitan Saat Hendak Beraksi

Namun tantangan justru datang dari hal yang paling mendasar: waktu dan apresiasi. Banyak anak belum menghargai waktu belajar, dan beberapa orang tua pun masih menganggap les tambahan bukan prioritas.

“Saya sedih. Padahal ini demi masa depan mereka sendiri. Tapi saya tidak menyerah. Saya terus beri pemahaman ke orang tua, agar mereka bisa melihat manfaat jangka panjangnya,” ujarnya.

Tantangan lain adalah minimnya fasilitas. Buku dan alat bantu ajar terbatas, dan ruang belajar pun masih menumpang di rumah kerabat. Namun, Damayanti tetap percaya bahwa akses pendidikan adalah kunci, dan jika anak-anak diberi kesempatan yang layak, mereka bisa melesat jauh.

Baca Juga: Budayawan Muda Laura Sinaga Raih Penghargaan Puspa Bangsa 2025

Mimpi yang Lebih Luas dari Danau Toba

Bagi Damayanti, Rumah Belajar Hutaraja bukan akhir. Ia ingin mendirikan Rumah Belajar serupa di Girsang 1, Kecamatan Girsang Sipanganbolon—tempat pertama kali ia mengajar Bahasa Inggris untuk anak-anak.

Ia juga berharap kelak memiliki bangunan sendiri, tempat belajar yang layak, penuh warna dan inspirasi. Rumah yang bukan hanya untuk belajar bahasa, tapi untuk bermimpi lebih besar.

Baca Juga: Budayawan Muda Laura Sinaga Raih Penghargaan Puspa Bangsa 2025

Damayanti tahu bahwa yang ia kerjakan sejalan dengan tujuan ke-4 SDGs (Sustainable Development Goals): pendidikan berkualitas.

Ia ingin memastikan bahwa anak-anak kampung tak lagi menjadi penonton di tengah arus globalisasi, melainkan pelaku yang percaya diri, bisa berkomunikasi, dan mampu menjawab tantangan zaman. (net)

Editor : Editor Satu
#rumah belajar hutaraja #bahasa inggris