Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Gagah di Jalanan Tambang, Hangat di Tengah Tim: Potret Operator Manhaul Perempuan PTAR

Admin Metro Daily • Rabu, 16 April 2025 | 15:35 WIB
Sarpita Tiurma Gabe, sedang mengemudi kendaraan raksasa manhaul di Tambang Emas Martabe, Batang Toru, Tapanuli Selatan.
Sarpita Tiurma Gabe, sedang mengemudi kendaraan raksasa manhaul di Tambang Emas Martabe, Batang Toru, Tapanuli Selatan.

Perempuan dan kendaraan raksasa mungkin bukan pemandangan umum, tapi tidak di Tambang Emas Martabe. Di sini, enam perempuan tangguh membuktikan bahwa kemudi kendaraan besar bukan hanya urusan laki-laki. 

-----

Setiap hari, 21 operator manhaul – termasuk enam perempuan – membawa karyawan PT Agincourt Resources (PTAR) dari titik penjemputan ke berbagai lokasi kerja. Jalur yang mereka lalui bukan sembarang jalur: bukit, tanah berbatu, dan kadang licin karena hujan.

Mereka menyetir truk heavy-duty penggerak 4x4 bernama “manhaul” – kendaraan khusus tambang yang tampak sangar dari luar, namun ramah di tangan para operatornya.

Perjalanan pulang-pergi dilakukan dua kali, pagi dan sore, menempuh sekitar 5 km sekali jalan.

Sarpita Tiurma Gabe (35), salah satu operator perempuan, tidak pernah membayangkan akan menjadi pengemudi manhaul. “Dulu enggak kepikiran sama sekali. Tapi ada lowongan dari Martabe khusus untuk perempuan, saya coba,” kenang warga Desa Wek II, Kecamatan Batang Toru ini mengawali.

Ketika melamar, orangtuanya bahkan belum tahu. “Aku bilang ke orangtua mau kecilin baju. Padahal mau tes kerja. Mereka baru tahu aku kerja pas sudah diterima,” katanya, tertawa.

Meski belum punya SIM A atau pengalaman mengemudi mobil biasa, Sarpita lolos seleksi dan mengikuti pelatihan intensif selama tiga bulan. Manhaul yang pertama kali ia pelajari adalah Mercedes-Benz berkapasitas 44 penumpang.

“Itu kendaraan pertama yang saya bawa. Enggak takut karena sistem safety-nya tinggi. Jadi merasa aman saat belajar,” kata perempuan yang sempat kuliah di STKIP Padangsidimpuan jurusan Pendidikan Fisika, tapi berhenti di semester tujuh demi membantu orangtua.

Setelah lebih dari satu dekade bekerja, Sarpita merasa nyaman, bahkan bangga menjadi bagian dari tim. “Menurut saya, mengemudi kendaraan besar itu keren. Saya suka tantangan. Apalagi pekerjaan ini sesuai dengan impian saya sejak dulu: kerja di lapangan, di dunia tambang.”

Sarpita Tiurma Gabe (nana), perempuan yang menjadi operator manhaul di Tambang Emas Martabe, Batang Toru, Tapanuli Selatan.
Sarpita Tiurma Gabe (nana), perempuan yang menjadi operator manhaul di Tambang Emas Martabe, Batang Toru, Tapanuli Selatan.

Tak Sekadar Antar-Jemput

Meski pekerjaan utama adalah antar-jemput pagi dan sore selama masing-masing 30 menit pulang pergi, para operator juga bertugas merawat kebersihan unit.

Mencuci manhaul bukan perkara mudah: tinggi dan besar, bahkan operator laki-laki pun mengaku kewalahan. “Biasanya kami saling bantu. Momen mencuci itu jadi ajang saling bercanda dan mempererat kekeluargaan,” ujar Sarpita sambil tersenyum.

Di sela waktu luang, operator perempuan juga sering diperbantukan di kantor. Tapi bukan karena tidak mampu di lapangan—mereka justru dikenal tangguh dan mudah dimintai bantuan.

“Kalau kami ditugaskan atasan ke shuttle bandara, biasanya lebih mudah minta tolong ke operator perempuan untuk gantiin sementara,” ungkap Rizal Hasibuan (40), operator manhaul sejak 2011. “Mereka enggak pernah keberatan. Malah kadang lebih sigap.”

Menurut Rizal, tidak ada persaingan atau kecanggungan antara operator laki-laki dan perempuan. “Kami seperti keluarga. Tidak ada yang dibeda-bedakan.”

Budaya Inklusif dan Kesetaraan

Budaya kerja di PTAR memang mendukung kesetaraan gender. Fasilitas seperti cuti hamil 4 bulan, ruang laktasi, hingga pelatihan tahunan tersedia bagi karyawan perempuan. “Setara bukan berarti sama. Tapi kami merasa diperhatikan,” kata Sarpita.

Ia juga merasa nyaman suasana kerja yang mendukung kesetaraan tanpa tanpa kecemburuan. “Tidak ada gosip, tidak ada banding-bandingkan, tidak ada pelecehan. Semua setara, semua saling menghargai," tegasnya.

Untuk para perempuan di luar sana, Sarpita punya pesan sederhana tapi dalam: "Kalau mau kerja di dunia tambang, cintai pekerjaan itu dan cintai dirimu sendiri. Kalau kita mencintai apa yang kita lakukan, maka pekerjaan akan terasa menyenangkan, bukan membebani.”

Ia belum berencana kuliah lagi karena merasa nyaman dengan pekerjaannya kini. Tapi satu pesannya untuk para perempuan di luar sana: “Jangan takut. Cintai diri sendiri, cintai pekerjaanmu, maka semuanya akan terasa mudah dan menyenangkan.”

Sandra Makadada, Senior Manager Human Capital Development PTAR, menegaskan bahwa pelibatan perempuan di semua divisi adalah kebijakan manajemen sejak awal. “Selama lima tahun terakhir, dampaknya sangat terasa. Lingkungan kerja lebih nyaman, kolaborasi meningkat, dan produktivitas naik.”

Menurut Sandra, perusahaan menerapkan sistem yang ketat soal kesetaraan gender. (dame ambarita)

Editor : Admin Metro Daily
#Tambang Emas Martabe #Perempuan operator manhaul #Agincourt Resources #kesetaraan gender